Jurnal Percobaan 1(Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik).

 

JURNAL  ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK

JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 


 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(A1C119097)

 

 

NAMA DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

 

2021

 

 

 

 

 

 

PERCOBAAN 1

I  Judul                         : Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik

II  Hari, Tanggal         : Senin, 15 Febuari 2021

III  Tujuan                   : Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu:

1)      Untuk mengetahui prinsip dasar dalam analisis kualitatif dalam kimia organik

2)      Untuk mengetahui tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur karbon, hydrogen, belerang, nitrogen, halogen dalam suatu senyawa organic

3)      Untuk mecoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa

IV  Landasan Teori       

Dalam kelangsungan menjalankan percobaan dalam menganalisis itu ada macam-macam pengaruh untuk menentukan yang saling keterkaitan erat dengan cirri-ciri khas dari masing masing senyawa itu atau campuran dari senyawa dan juga teknik atau ketelitian kerja dalam analisa yang secara sistematik maupun praktek. Dalam tahap pertama dalam analisa organik kualitatif ini merupakan penentukan adanya unsur- unsur diantaranya unsur karbon, hidrogen, oksigen, halogen, belerang dan fosfor. Karbon dan hidrogen ditentukan dengan tahap pemanasan senyawa tembaga (II) oksida, maka terjadilah  oksidasi menghasilkan CO2 yang menunjukan adanya karbon dan H2O menunjukan adanya hydrogen.  Untuk penetuan unsur belerang,halogen,nitrogen dilakukan preparasi dari sampel terdahulu yang nantinya dihasilkan filtrate yang akan dicampurkan oleh unsur lainnya yang akan diperoleh berbagai jenis endapan( Penuntun praktikum Kimia Organik I,2019).

Didalam senyawa organik ini memiliki sifat, diantaranya itu  sifat kimia dan fisika yang masing-masingnya berbeda-beda fungsinya, pengaruhnya itu disebabkan karena sturktur dan bentuknya juga yang masing-masingnya berbeda-beda. Ada beberapa diantaranya itu memiliki tiga wujud bentuk, pertama memiliki wujud padat, sebagian juga ada berwujud cair dan ada pula yang memiliki wujud gas. Pada senyawa organic ini juga memiliki varian rasa dimana ada yang rasanya pahit, manis juga ada, maupun sebagian yang rasanya asam, dan juga rasanya pahit. Sifat dan fungsi juga berbeda-beda , dimana ada yang beracun ada  yang  memiliki peran sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup. Dalam memahami berbagai sifat molekul organik itu kita perlu dipahami dahulu dalam mengidentifikasi dari bentuk strukturnya, pada keaadaan ini ada tiga prinsip sederhana yang dapat memberikan argument ilmu dasar tentang struktur dan kimiawi molekul organik yaitu atom karbon akan membentuk ikatan kovalen dengan ikatan hydrogen atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom karbon lain yang fungsinya untuk membuat rantai karbon. Atom karbon itu akan dapat memperoleh bentuk ikatan kovalen dengan membentuk ikatan kovalen dengan unsur lain mengutamkan unsur oksigen, nitrogen, belerang dan halogen (Wilbraham,2007).

Pada senyawa organic di alam ini sudah sangat berlimpah meluas dan tersebar dimana baik dari tumbuhan, hewan itu maupun organisme lainnya sangatlah penting. Dimana senyawa organic ini salah satu kegunaannya didalam tubuh kita sendiri dalam pereaksi metabolisme untuk mengasilkan energi. Pada peran zat organic dalam kehidupan makhluk hidup diutamakan berdasarkan dari keragaman unsur penyusun dari senyawa itu. Jadi dengan adanya kandungan unsur penyusunnya dapat diidentifikasi analisis unsur senyawa organic yang nantinya dapat menimbulkkan peran dari unsur tersebut didalam penyusun senyawa organic.  Selain itu dengan mengetahui adanya peran dari analisis unsur-unsur penyusun dari suatu senyawa itu akan dapat diprediksi bagaimana rumus empiris dan rumus molekulnya. Setelah itu akan terjadi pengaruh yang diprediksi dengan sifat kelarutan dari suatu senyawa organik dimana ada dalam kelarutan bersifat polar dan maupun non polar. Dilihat dari perbedaan tingkat kelarutan suatu senyawa  organik dalam suatu pelarut juga dapat diketahui senyawa tersebut bisa mengidentifikasikan apakash bereaksi atau tidak dengan senyawa lainnya. Dari setelah kita mengetahui suatu cara terbaik dalam melakukan analisis unsur penyusunnya suatu senyawa organik dan mengerti bagaimana adanya unsur-unsur itu maka untuk mengetahui tingkat kelarutan suatu senyawa organik dalam suatu pelarut dari sini kita bisa mencoba percobaan buat kita sendiri yang dimana nantinya akan menambah pengetahuan dan pengalaman kita dalam dunia kimia (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/#more-36 ).

Ada cara yang perlu dilakukan dalam proses menganalisis unsur senyawa organik dengan cara sebagai berikut : dimana pada jumlah masa tertentu sampel dibakar dengan CO2 dan H2O yang nantinya akan menghasilkan berupa absorben yang disini posisinya bagus dan untuk peningkatan masa absorben diprediksi ditentukan oleh peningkatan dari masa abrsorben yang tepat juga,dan peningkatan dari masa absorben yang kemudiannya nanti barulah ditentukan hasil dari peningkatan masa absorben itu dengan itu akan mengakibatkan unsur dari karbon dioksida dan air yang diserap atau yang masuk tersebut. Dari nominal ini jumlah karbon dan hidrogen sampel kemungkinan akan dapat diprediksi diketahui. Pada metode pembakaran atau peleburan ini yang mana dikenal sejak dahulu dan tidak asing ditelinga, dimana metode ini telah digunakan oleh lavoiser dan secara signifikan sudah disempurnakan oleh leibrg. Metode modern bertujuan untuk menentukan jumlah karbon atau karbondioksida dan air adalah dengan pemisahan melalui cara kromatografi gas  bukan dengan metode penimbangan,namun prinsip kerjanyanya tidak akan berubah tetap konstan( Yustito,2009).

       Senyawa organik merupakan diidentifikasikan dari senyawa kimia yang dimana yang biasanya itu tersusun mulai dari unsur karbon, hydrogen, oksigen, sulfur, hydrogen dan nitrogen. Pada golongan besar dalam senyawa kimia yang tersusun dimana struktur molekulnya mempunyai kandungan dari unsur karbon, terkecuali itu ada karbida,karbonat dan oksida karbon. Senyawa organic ini terdapat meluas tersebar di alam baik yang untuk tubuh kita sendiri yang memilki peran untuk reaksi metabolisme didalam tubuh yang menjadi sumber utama bagi energy. . Banyak sekali kandungan pada senyawa organic ini diantara senyawa organik ini mengandung didalamnya seperti protein, lemak dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam dunia kesehatan dan juga pada biokimia. Diantara dari beberapa golongan senyawa organik yaitu senyawa alifatik, hidrokarbon aromatic, senyawa heterosiklik dan polimer yang menjadi penyusun senyawa organic ini (Wawan,2009).

V  Alat dan Bahan

5.1  Alat

1.      Tabung reaksi

2.      Penjepit

3.      Spatula & corong

4.      Bunsen dan kaki tiga

5.      Lumpang dan alu

6.      Kertas saring

7.      Vial

5.2 Bahan

1.      FeSO4 kristal

2.      Pb Asetat

3.      Asam asetat

4.      AgNO3 0,1 N

5.      Logam Natrium

6.      Urea

7.      N2H4.2HCl

8.      Belerang

9.      HNO3 & H2SO4 (Lemari Asam )

VI  Prosedur Kerja

A.    Membuat preparasi sampel unsur senyawa yang mengandung unsur S,N dan H.

1.      Dilakukan pencampuran dengan ditambahkan urea dan N2H4.2HCl dengan banding 1:1 masing-masing

2.      Digerus sampai homogen

3.      Dimasukkan 3 potong logam Natrium kedalam vial

4.      Dipijarkan logam Na dengan menggunakan Bunsen

5.      Didinginkan logam Na itu yang sudah dipijarkan

6.      Dimasukkan campuran sampel hasil pecampuran antara urea dan N2H4.2HCl itu kedalam vial

7.      Dilakukan pemijaran dengan api yang kuat/besar.

8.      Ditunggu sampai keluar asap dan adanya percikkan api

9.      Dimasukkan dengan cepat kedalam gelas beker yang berisi air suling 100ml

10.  Dididihkan hingga muncul gelebung pada air

11.  Didinginkan lalu disaring

12.  Diperoleh hasil penyaringan sebagai filtrate yang nantinya bertujuan untuk menganalisis adanya unsur belerang,halogen dan nitrogen.

13.  Disediakan 3 tabung, lalu diisi dengan secukupnya dengan hasil filtrate itu dengan menggunakan pipet tetes.

B.     Menganalisis unsur belerang

1.      Pada tabung ke-1 itu ditambahkan 2 tetes asam asetat

2.      Ditambahkan lagi 2 tetes Pb Asetat

3.      Ditunggu dan diamati endapan yang terbentuk

4.      Diperoleh endapan hitam yang menandakan unsur belerang.

C.     Menganalisis unsur Halogen

1.      Pada tabung ke-2 ditambahkan beberapa tetes HNO3

2.      Dididihkan untuk menghilangkan HCN dan H2S

3.      Ditambahkan 2 tetes AgNO3 0,1N

4.      Ditunggu dan diamati endapan terbentuk

5.      Diperoleh endapan yang terbentuk endapan cermin perak yang menandakan unsur halogen.

D.    Menganalisis unsur Nitrogen

1.      Pada tabung ke-3 ditambahkan FeSO4 kristal 1 ½ spatula

2.      Dipanaskan pada penangas air hingga mendidih

3.      Ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat

4.      Dipanaskan kembali

5.      Setelah dilakukan pemanasan maka

6.      Diperoleh endapan biru berlin yang menandakan adanya unsur nitrogen.

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:

https://youtu.be/A6SKSx6jpzI

Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:

1. Mengapa pada saat melakukan percobaan pada prosedur pemijaran logam Natrium tidak boleh adanya air didalam vial  tersebut?

2. Bagaimana jika prosedur tidak dilakuin penyaringan pada preparasi sampel tersebut apa yang akan terjadi?

3. Apa pengaruh nyala api yang kuat dan api kecil pada diprosedur pemijaran ?

Komentar

  1. Baiklah, nama saya: Elseria Afriyanti Togatorop
    NIM : A1C119071
    Akan menjawab permasalahan no 1
    pada prosedur pemijaran logam Natrium tidak boleh adanya air didalam vial tersebut, dikarenakan jika ada terdapat air dalam vial tersebut dapat memicu logam Natrium untuk bereaksi dan dapat menimbulkan ledakan.

    BalasHapus
  2. Baiklah perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan menjawab pertanyaan no 2.
    Jika larutan tersebut tidak disaring larutan tersebut masih terdapat senyawa penggangu pada larutan tersebut sehingga larutan tersebut tidak dapat digunakan sebagai penentukan unsur halogen

    BalasHapus
  3. baiklah, nama saya Erina Shafura
    Nim : A1C119068
    Kelas: Reg B 2019
    menjawab pertanyaan Soni No (3)

    nyala api bunsen sangat berpengaruh dalam proses pemijaran yang mana kegiatan ini merupakan kegiatan secara langsung membakar langsung alat-alat seperti ujung tabung reaksi. Ketika memanaskan suatu zat dengan api yang sangat kuat, dapat membuat bahan langsung mengering dan menjadi arang sehingga membuat komposisi zat tersebut menjadi rusak. Jadi ketika praktikum kita harus bisa memanaskan dengan nyala api yang bagus. nyala api yang bagus itu adalah nyala api yang berwarna biru, karna nyala api berwarna biru itu merupakan warna api yang paling bagus dan memiliki suhu 1.500 derajat celcius. Sehingga memperoleh hasil yang baik sesuai dengan teori yang ada.

    BalasHapus

Posting Komentar