Jurnal Percobaan 3 (MEMANIPULASI ALAT - ALAT PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK)
JURNAL MEMANIPULASI ALAT - ALAT PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
SONI FITRI BR NABABAN
(A1C119097)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN 3
I Judul : Memanipulasi Alat-Alat Praktikum Kimia
Organik
II Hari, Tanggal : Senin, 01 Maret 2021
III Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu:
1. Untuk mengetahui cara
penggunaan alat-alat praktikum kimia organik.
2. Untuk mengetahui cara
memodifikasi alat corong pemisah dengan alat sederhana.
IV Landasan Teori
Didalam laboratorium pasti dihadapkan dengan berbagai macam-macam alat-alat didalam laboratorium. Setiap alat tentu memiliki kualitas,harga dan fungsi yang berbeda-beda juga, pasti setiap alat memiliki cirri khasnya tersendiri. Sebagai pemahaman kita didalam dunia praktek, sekolah atau instansi menyediakan sebuah laboratorium untuk mempraktikumkan didalam suatu pelajaran. Dalam praktikum inilah seorang praktikan dapat skill dalam memahami. Didalam laboratorium berbagai macam bentuk alat dan ukuran yang bervariasi. Ada alat yang sederhana, ada alat yang rumit dan ada alat yang canggih didalam laboratorium. Tidak sembarangan dalam menggunakan alat-alat praktikum, dalam hal ini pasti harus mengenali cara kerjanya, fungsinya dan cara menggunakannya. Dalam menganalisis proses penelitian sangat dibutuhkan sekali alat-alat laboratorium. Sebagai seorang praktikan harus dibutuhkan pemahaman dalam tehnik melakukan analisis didalam laboratorium, karena dalam penggunaan alat-alat laboratorium ini diperlukan ketelitian,kehati-hatian dan kebersihan. Dimana setelah dipahami kesalahan dalam mempraktikumkan menggunakan alat-alat itu mungkin kesalahan yang muncul dapat diminimalisirkan agar pada setiap penelitian mendapatkan hasil yang baik dan benar (Hokayuruke, 2013).
Pada setiap percobaan tentu analisis penelitiannya berbeda-beda, alat-alat praktikumnnya juga berbeda-beda yang digunakan. Tidak bisa disebut satu persatu apa saja alat yang ada dilaboratorium, namun yang sering digunakan untuk praktikum yang sederhana yang biasa digunakan pada bidang siswa maupun mahasiswa. Alat yang memakai listrik, seperti pemanas, oven, pendingin zat, dan lainlain itu alat membantu untuk praktikum. Dimana ada alat gelas, yang dimana sebelum memakainya itu harus dilakukan pensterilan yang harus diperiksa dan dibersihkan. Agar alat yang dari gelas itu tidak ada noda zat yang akan membuat hasil berubah. Yang dimana alat gelasnya itu ada gelas ukur, labu takar, tabung reaksi, cawan, pipet ukur, buret, pengaduk gelas, corong pemisah, corong dan lainlainnya. Semua alat-alat praktikum itu sangat berguna dalam proses praktikum, dengan memudahkan membantu mendapatkan hasil penelitian praktikum(Subroto,2000).
Mengapa didalam laboratorium itu alat-alat maupun bahan sangat tertata dan rapi didalam suatu tempat? Iya karena sangat diperlukan penataan alat dan bahan didalam laboratorium, dimana pada saat penelitian atau praktikum bisa berjalan dengan baik. Fasilitas sangat dipentingkan pada saat pemakaian alat, begitu juga pada penyimpanan zat khususnya bahan-bahan kimia ini harus sangat berhati-hati agar mengurangi resiko kesalahan / kecelakaan pada saat praktikum. Pada saat penelitian praktikum alat-alat laboratorium sangat membantu proses untuk mendapatkan hasil, sedangkan bahan laboratorium itu berfungsi sebagai untuk pengujiannya. Penyimpanan suatu alat dan bahan laboratorium ini dibuat tempat yang harus bersih, suhunya harus standar, kering tidak basah serta rauangannya itu harus dengan ventilasi yang baik. Banyak peraturan yang harud dipahami dalam laboratorium ini, tidak sembarangan dalam menggunakannya. Apalagi dengan bahan-bahan kimia yang rentan beracun dan sifatnya sensitif yang mudah bereaksi dan berbahaya.jadi diperlukan pemahaman dalam mengelola dan taat pada tat tertib pada peraturan didalam laboratorium kimia(Vendamawan,2015).
Dalam pemisahan dengan membuat
ekstrak cair-cair itu alat yang digunakan adalah alat corong pemisah yang
bertujuan untuk memisahkan suatu senyawa yang dimiliki dengan kepolarannya yang
berbeda-beda yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Dimana selain corong
pemisah alat-alat yang dipakai itu terbuat dari kaca diantarnya elenmeyer,
gelas ukur, tabung reaksi, pipet tetes, tabung reaksi, cawan pentri, batang
pengaduk, semua itu disterilkan terlebih dahulu, agar kuman-kuman atau zat-zat
lain yang menempel tidak berpengaruh pada hasil (Dwijendra, 2014).
Begitu banyak sekali beragam nama-nama
alat-alat laboratorium, kualitas, yang dimana memiliki fungsi yang berbeda-beda bidang
kegunaannya. Mungkin ada yang bisa dimodifikasi atau dibuat dengan
barang-barang sederhana, contohnya Bunsen yang bisa dirakit dari botol kaca
diisi spiritus, begitu juga dengan corong pemisah yang bisa dirakit atau
dimodifikasi dengan botol aqua dan pada tutup botol aqua dikasih selang untuk
mengalirkan cairan dan ditutup menggunakan kran kecil. Dengan alat-alat
sederhana itu bisa menggantikan alat laboratorium yang tidak tersedia. Didalam ilmu
kimia yang selalu terlibat eksperimen, dimana yang berartikan tidak terlepas
oleh laboratorium. Sangat diperlukan pengetahuan dalam alat praktikum kimia
untuk keselamatan kerja didalam laboratorium dibutuhkan penguasaan dalam
menggunakan alat-alat untuk mempelancar dalam kegiatan penelitian(Juvitasari,
2018).
V
Alat dan Bahan
5.1 Alat
1.
Corong
Pemisah
5.2 Bahan
1.
Ekstrak
Teh
2.
Kloroform
3.
Minyak
goreng
4.
Air
VI Prosedur Kerja
6.1. Cara Menggunakan Corong
Pemisah (Video 1)
Ø
Dipastikan
keran corong pemisah dalam keadaan tertutup
Ø
Ditambahkan
ekstraks kedalam corong pemisah
Ø
Ditambahkan
kemudian kloroform ke dalamcorong pemisah
Ø
Ditutup
corong pemisah
Ø
Dimaksimalkan
isi corong pemisah sekitar ¾, bertujuan agar untuk menghindari terjadinya
ledakan oleh tekanan yang terlalu tinggi didalam.
Ø
Ditunggu
lalu dilakukan pengocokkan atau pengadukan pada corong pemisah
Ø
Digoyangkan
secara perlahan agar menghindari terbentuknya emulsi
Ø
Dibuka
kran corong pemisah sesekali untuk mengeluarkan gas
Ø
Dibuka
kran corong pemisah kedalam gelas
6.2 Pemisahan Campuran dengan
corong pemisah (Video 2)
Ø
Dimodifikasi
barang-barang bekas untuk alat seperti corong pemisah, dimana modifikasi alat
ini didapat pada barang-barang yang sederhana. Disini digunakan botol aqua,
ukuran sedang, selang kecil, keran kecil. Botolnya dipotong, kemudian tutup
botol dibolongi lalu dibuat selang kecil untuk aliran untuk dituang lalu
diujung selang dibuat kran kecil untuk membuka/menutup aliran. Dirakit kawat
pada botol sehingga botol dalam keadaan tegak dengan tutp botol kearah kebawah
sehingga selang kecil menyalur kebawah.
Ø
Dimasukkan
minyak ke dalam corong pemisah yang sudah dimodifikasi
Ø
Dimasukkan
air kedalam corong pemisah tersebut
Ø
Diaduk
kedua zat tersebut, sampai tercampur
Ø
Dibuka
kran kecil, kemudian keluar air hingga benar-benar semua yang keluar
Ø
Dikeluarkan
kembali minyak pada corong pemisah itu
Ø
Dihasilkan
air dan minyak yang telah dipisahkan dengan alat corong pemisah.
Berikut adalah link video sebagai
referensi terkait percobaan ini:
Video 1 : https://youtu.be/lvemz_ERVU0
Video 2 : https://youtu.be/5BK4-vXnzw8
Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Pada prosedur corong pemisah digoyangkan secara perlahan untuk menghindari emulsi, apakah yang dimaksud emulsi pada percobaan ini?
2. Mengapa kran dibuka sesekali harus mengeluarkan gas pada saat pengadukan ?
3. Bagaimana jika memisahkan zat padat pada corong pemisah, apakah corong pemisah digunakan pada zat cair saja?

Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050) akan menjawab pertanyaan no.1
BalasHapusEmulsi adalah campuran dari dua cairan yang biasanya tidak bergabung, dalam video seperti kloroform dan ekstrak teh.
Perkenalkan saya Esra Oktapriani Gultom dengan nim A1C119059 akan menjawab pertanyaan no 3.
BalasHapusPrissip pemisahan dengan corong pisah ini berdasaekan pada perbedaan massa jenis yang dimiliki oleh komponen yang dalam campuran. Umumnya metode ini kebanyakan dilakukan untuk zat berbentuk cairan. Metode ini digunakan untuk memisahkan zat cair yang tidak dimiliki daya larut.misalnya minyak dengan air.Caranya,campuran air dan minyak dimasukkan kedalam corong pisah kemudian didiamkan. Akan terbentuk dua lapisan cairan.lapisan zat yang memiliki massa jenis lebih besar akan berada dibawah dan lapisan zat yang massa jenisnya lebih kecil akan berada diatas. Kemudian kedua lapisan minyak dan air dapat dipisah dengan membuang airnya dan minyak akan tertinggal di corong.
Perkenalkan nama saya Lela Sastry dengan Nim A1C119086 akan menjadi pertanyaan no 2 , supaya tidak tercampur dengan larutan yang lain makanya kran harus dibuka sekali" supaya mengeluarkan gas pada saat pengadukan tersebut
BalasHapus