LAPORAN PERCOBAAN 2. Penentuan Kelas Kelarutan.

 

LAPORAN PERCOBAAN 2. Penentuan Kelas Kelarutan.

LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN II

PENENTUAN KELAS KELARUTAN


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

VI. Data Pengamatan :

 6.1 kelarutan garam dalam air

 

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dituangkan air ke dalam gelas dan ditambahkan satu sendok teh garam dan diaduk

      Alatnya itu gelas berfungsi untuk menambuh wadah zat pelarut dan terlarut

      Sendok fungsinya untuk memidahkan garam ke dalam gelas dan untuk mengaduk/melarutakn diantara kedua zat tersebut.

      Bahannya garam itu adalah sebagai fungsi zat terlarut bersifat nonpolar, jika dilarutkan garam itu akan membentuk ion didalam larutan.

      Air disini sebagai zat pelarut dalam kelarutan air yang bersifat polar.

 

Untuk mengetahui seberapa larut garam larut dalalm air

Diperoleh garam terlarut dalam air

 

2.

Ditambahkan satu sendok teh garam lagi.

      Alatnya itu adalah sendok berfungsi untuk menuangkan garamke dalam gelas dan melarutkan garam.

      Garam disini berfungsi  sebagai mendeteksi apakah jumlah massa  zat terlarut menentukan hasil kelarutan.  Ternyata berpengaruh larutan tidak larut

 

Untuk mengetahui seberapa larut garam larut dalalm air

Diperoleh hasil bahwa garam pada pelarutan kedua tidak terlarut sempurna(seutuhnya)

 

 

6.2  kelarutan minyak kayu putih dalam air

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Ditungkan air kedalam gelas dan ditambahakan 3 sendok teh minyak kayu putih dan diaduk

      Alatnya itu ada gelas berfungsi sebagai wadah  untuk menampung dari zat tersebut.

      Sendok berfungsi sebagai menuangkan zat terlarut kedalam  gelas dan sebagai alat pengaduk dalam kelarutan

      Air berfungsi sebagai zat pelarut yang bersifat polar.

      Minyak kayuputih sebagai zat terlarut yang bersifat non polar yang sukar mengikat ion-ion dengan sifat polar. Membuat hasil yang didapat tidak terlarut didalam air. 

 

Untuk mengetahui bagaimana minyak dapat larut dalam air

Minyak dan air tidak menyatu dikarenakan minyak bersifat non polar dan air bersifat polar

 

 

6.3 kelarutan garam didalam minyak goreng

No.

Prosedur kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dituangkan minyak goreng ke dalam gelas dan ditambahkan satu sendok teh garam dan diaduk.

      Alatnya itu ada gelas berfungsi sebagai wadah  untuk menampung dari zat tersebut.

      Sendok berfungsi sebagai menuangkan zat terlarut kedalam  gelas dan sebagai alat pengaduk dalam kelarutan

      Minyak disini berfungsi sebagai zat pelarut yang bersifat nonpolar. Dimana disini minyak ini sukar larut dan kepolaritasannya berbeda dengan sifat polar.

      Garam berfungsi sebagai zat terlarut didalam minyak goreng yang dimana sifat dari garam adalah sangat polar  apabila dilarutkan dalam garam tidak terjadi larut. Dimana ion-ion diantara garam dan minyak sukar menyatu karena kepolarannya juga berbeda. Yang membuat ikatan antar eletron pada unsur itu.

 

 

Untuk mengetahui bagaimana kelarutan antara garam dengan minyak

Diperoleh hasil bahwa garam tidak larut dalam minyak karena garam itu bersifat sangat polar sedangkan minyak bersifat non polar

 

 

VII. Pembahasan

Dalam praktikum kimia organik tentang penentuan kelas kelarutan itu dimana ada yang larut dan ada yang tidak larut. Dimana kelarutan itu adalah suatu benda cair yang sukar dan mudah berinteraksi menyatu dan tidak menyatu. Kelarutan ini tentu ada yang namanya pelarut dan ada yang namanya zat terlarut. Pada zat pelarut itu merupakan suatu benda cair yang biasanya ada yang bentuk zat murni dan ada yang merupakan zat campuran dari beberapa zat. Dimana kelarutan itu ada zat yang terlarut, biasanya itu ada benda bentuknya gas, cairan dan padatan. Kelas kelarutan itu ini berbeda-beda, dimana ada kelarutan yang jenuh, tidak jenuh dan ada yang setengah jenuh. Kelarutan itu sangat tergantung dalam pengujian itu menentukan tingkat pada sifat serta konsentrasi dari zat-zat itu, dengan mengutamakan ion-ion dalam zat campuran itu.

7.1 Kelarutan Garam Didalam Air.

Dalam percobaan penentuan kelas kelarutan ini dibutuhkan zatpelarut dan zat terlarutnya, jadi dalam hal ini media zat yang digunakan adalah air sebagai pelarutnya dan garam sebagai zat terlarutnya. Dimana pada percobaan ini garam dilarutkan didalam air yang dimana air itu mampu melarutkan garam dalam massa yang masih bisa dilarutkan. Pada massa kelarutan garam sangat menetukan terjadinya larutan itu larut dan tidak. Dimana pada percobaan pertama garam dilarutkan didalam air mengalami terjadinya larut, namun pada percobaan air garam yang sudah larut itu ditambahkan massa garam lagi kedalam air terjadi hasil bahwa garam hanya sebagian larut dalam air. Hal ini terjadi karena suatu massa dari air tidak mampu atau tidak sanggup lagi melarutkan garam dalam jumlah yang besar. Massa yang tidak setimbang menyebabkan larutan tidak terlarut. Larutan yang terbentuk adalah larutan garam yang dimana larutan dari zat terlarutnya akan mengalami terdiosisasi yang menjadikan ion-ion dalam bentuk garamnya pada larutan itu dan bersifat netral.

Pada massa garam itu menentukan kelarutan garam akan mengalami kelarutan dan tidaknya. Jika suati titik kesetimbangan dari kelarutan akan mampu melampaui agar menciptapkan suatu larutan yang keadaan lewat jenuh yang menstabil. Karena percobaan kedua dari melarutkan garam itu hanya sebagian yang larut dalam air. Dalam reaksi garam dengan air, menyatakan dimana komponen dari garam adanya kation/anion yang mulanya berasal dari asam lemah/basa lemah itu bereaksi pada air akan membentuk ion H3O+ atau dari ion OH-. Apabila dihidrolisis ada yang mengalami larutan yang basa dan larutan yang asam. Sifat dari garam sangat polar dan juga sifat dari air juga polar, ini membuat garam dalam air dapat larut, namun massa juga menentukan kesetimbangan dari kelarutan itu. Garam dan air dalam kelarutan itu molekulnya berjenis polar, membuat hasil ini garam mampu berikatan dengan molekul air.

7. 2  Kelarutan Minyak Kayu Putih Didalam Air

    Dalam percobaan menentukan kelas kelarutan ini yang kedua dengan media zat minyak kayu putih didalam air. Tentu dari zat pelarut dan zat terlarutnya ini memiliki sifat yang berbeda-beda. Dimana setelah kita mendengar media kelarutan ini tentu bisa kita definisikan bahwa hasilnya nanti yang akan terjadi minyak kayu putih itu tidak akan larut didalam air. Zat pelarutnya itu ada air yang dimana bersifat polar yang sifatnya mudah larut sedangkan zat terlarutnya itu bersifat non polar yang sukar larut. Tentu jika kedua zat ini dilarutkan tidak akan bisa menyatu/larut dalam satu wadah. Pada percobaan ini minyak kayu putih dan air terpisah, kondisi minyak kayu putih berada diatas dan air dibawah yang berbeda lapisan. Kondisi ini molekul air tidak menyatu molekul minyak. Minyak hanya bersatu pada jenis molekul sama-sama non polar lainnya .

    Dimana kondisi molekul air dan minyak tidak menyatu itu disebabkan karena yang terjadi itu pada molekul air itu ternyata sama-sama menarik satu sama yang lainnya, dan kondisi molekul pada minyak itu akan saling menempel satu sama lain. Dimana dalam kondisi itu membuat air dan minyak tidak menyatu membuat lapisannya berbeda. Keadaan dari molekul air yang saling beriikatan membuat kondisi didasar gelas yang menjauhi minyak dibagian atas dari air itu. Keadaan larutan ini adalah kondisi larutan tidak jenuh, karena kelarutan ini tidak mengalami larut. Mengalami kondisi yang terpisah dua lapisan yang didalam gelas. Air terdiri dari molekul-molekul kecil beratom tiga yaitu 2 hidrogen dan 1 oksigen, sedangkan minyak terdiri dari molekul-molekul besar yaitu karbon dan hidrogen tanpa oksigen sama sekali.

 7.3 Kelarutan Garam Didalam Minyak Goreng.

Pada percoban penentuan kelas kelarutan ini dilakukan dengan media zat pelarut dan zat terlarut. Dimana zat pelarutnya itu minyak goreng dan zat terlarutnya adalah garam. Dalam percobaan ini garam dan minyak goreng tidak larut, sebanyak apapun garam dimasukkan ke dalam minyak goreng bakal tidak akan larut. Sifat kepolaran dari minyak dan garam yang berbeda membuat tidak larut. Molekul minyak itu bersifat non-polar yang sukar larut pada larutan yang molekulnya polar. Dimana senyawa yang terjadi dibentuk akibat karena adanya ikatan antar electron pada unsur yang membentuk, dengan hal itu akan membuat garam tidak larut dalam minyak goreng. Molekul pada garam tidak menyatu pada molekul minyak goreng, pada percobaan ini garam itu mengendap didasar gelas karena tidak terlarut pada minyak goreng. Pada kondisi larutan ini lewat jenuh yang mengalami garam mengendap.

VIII. Pertanyaan pascapraktek

1. Jelaskan menurut anda apakah bisa air dan minyak itu bisa bersatu/larut, jelaskan indicator apa yang bisa menyatukan ?

2. Minyak dan air itu mengalami perbedaan lapisan, mengapa lapisan minyak diatas dan lapisan air dibawah? Kenapa tidak minyak yang dibawah air yang diatas?

3. Dimana suhu mempengaruhi kelarutan, bagaimana apabila minyak dan garam dimasak, apakah mereka dapat larut atau tetap tidak terlarut?

IX. Kesimpulan

Dari percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan:

1. Dalam percobaan ini kelarutan pada suatu zat itu berbeda-beda jenis kelarutannya, ada yang bersifat polar dan ada yang bersifat nonpolar. Pada kelarutan minyak memiliki sifat non-polar, pada garam memiliki sifat polar dan begitu zat pelarut yang memiliki zat polar. Molekul kepolaran disini sangat menentukan pasangan kepolaran dalam kelarutan. Apabila molekul zat polar maka dipasangkan atau dilarutkan pada yang sama-sama molekul polar. Maka begitu juga sebaliknya dalam sifat molekul yang non-polar dipasangkan sama-sama non-polar juga.

2. Golongan dalam setiap jenis zat dalam kelarutan ini berbeda hasilnya. Ada yang sifat golongan larut dan ada sifat golongan yang tidak larut. Kondisi ini ada yang mengalami larutan jenuh, larutan tidak jenuh dan ada juga larutan yang lewat jenuh. Zat organic pada penentuan kelas kelarutan ini adalah minyak dan zat pelarutnya dipakai air.

XI. Daftar pustaka

Chang, R. 2005. Kimia Dasar Konsep – Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Rozi,F, dkk. 2018. Pengaruh Kombinasi Dan Rasio Pelarut Terhadap Hasil Ekstraksi Minyak Dari Serabut Kelapa Saiwt, Jurnal Akademika Kim. 7(3), 146-151.

Suito, dkk. 2005. Pengaruh proses sains pada materi kelarutan dan hasil kelarutan. Jurnal sains nasional. 11(2), 121-136.

Syamsurizal.2019. Analisis kualitatif senyawa organik. (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/#more-36)

Syukri, 2000. Kimia Dasar. Bandung: UI Press.


Komentar

  1. baiklah saya febby rahmadayani (A1C1190520) Akan menjawab pertanyaan dari soni no (2) hal ini di karenakan Setiap benda memiliki berat jenis yang berbeda-beda. Berat jenis minyak lebih ringan dibanding berat jenis air. Karena itu, ketika dicampurkan, minyak akan selalu berada di atas air, karena berat jenisnya lebih ringan.

    BalasHapus
  2. Baiklah, nama saya : Elseria Afriyanti Togatorop
    NIM : A1C119071
    akan menjawab pertanyaan No1
    minyak dan air tidak dapat bersatu karena memiliki molekul yang berbeda dan tidak bisa mengikat. Dimana molekul air adalah molekul polar, artinya salah satu ujung molekul memiliki muatan positif dan ujung lainnya memiliki muatan negatif, sedangkan minyak memiliki jenis molekul non-polar. Dan molekul ini hanya bisa bersatu dengan molekul non-polar lainnya.

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Akan menjawab pertanyaan no. 3
    Salah satu faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah suhu yang mana semakin tinggi suhu pelarut makan zat terlarut akan semakin cepat atau mudah untuk larut.
    Nah ternyata garam tidak bisa larut dalam minyak walaupun jumlah minyak sudah banyak dari garam dan suhunya sudah tinggi. Hal ini disebabkan karena minyak dan garam itu memiliki sifat kimia yang berbeda yang mana Garam bermuatan yang saling bergabung dan terikat. Tetapi
    Minyak tidak terbentuk dari muatan yang bisa bereaksi, karena minyak hanya terdiri dari rantai panjang atom hidrogen dan karbon. Sehingga menyebabkan garam tidak dapat larut dalam minyak. Makanya pada saat memasak makanan itu garam tidak bisa langsung dimasukkan kedalam minyak tetapi memerlukan bahan lain sebagai indikator antara minyak dan garam, seperti cabai dan air.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 5. (REAKSI-REAKSI HIDROKARBON).

Jurnal Percobaan 10 (Pembuatan Sikloheksanon)

Jurnal percobaan 2. (Penentuan Kelas Kelarutan)