Jurnal Percobaan 4 (Pemurnian Zat Padat).
JURNAL PEMURNIAN ZAT PADAT
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
SONI FITRI BR NABABAN
(A1C119097)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN 4
I Judul : Pemurnian Zat Dengan
Tehnik Sublimasi
II Hari, Tanggal :
Senin, 08 Maret 2021
III Tujuan :
Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu:
1.
Untuk melakukan
tehnik sublimasi dengan baik
2.
Untuk memisahkan
dan memurnikan zat pada tehnik sublimasi
IV Landasan Teori
Pada setiap zat kimia dilakukan suatu pemurnian dari zat itu, dimana
dalam pemurnian maupun pemisahan zat dari pengotornya atau dari zat tambahannya
tentu harus memilki suatu tehnik yang bagus. Pada proses tehnik memurnikan
dibutuhkan suatu pemahaman untuk mengetahui dalam mendeteksi sifat-sifat, baik
sifat fisi maupun sifat kimia dari suatu zat padat. Dalam memisahkan harus
mengetahui dan mengenal karatreistik dari setiap jenis pelarut organic dan
tingkat kepolaran dari suatu zat. Suatu proses dalam memurnikan dari suatu zat
itu memilki tehnik yang berbeda-beda, diantaranya itu ada tehnik
sublimasi,kristalisasi, maupun tehnik kromatografi dan lain-lainnya. Pada
setiap tehniknya ditentukan oleh hasil dari kemurian suatu zat dalam
mengidentifikasi dari sifat-sifatnya (https://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/).
Pada tehnik sublimasi ini merupakan
suatu proses prinsip dalam penguapan pada suatu zat yang dimana bertujuan untuk
memurnikan dari senyawa-senyawa organic yang terdapat didalam suatu zat padatan
sendiri. Dalam proses penguapan dibutuhkan dalam memanaskan suatu zat tersebut
yang akan mengalami perubahan pada bentuk zat padat. Suatu perubahan terjadi
diakibatkan oleh terjadinya perbedaan suhu, yang akan mengalami titik didih dan
kemudian titik leleh dan akan menguap menjadi fase gas. Dalam prinsip ini yang
diutamakan yaitu dari tingkat perbedaan zat pengotornya pada kelarutannya agar
dimurnikan sehingga mendapat hasil zat padat yang diinginkan (Underwood, 2002).
Penerapan dari kegiatan sehari-hari sublimasi
bisa dilihat dari kapur barus yang semakin lama semakin mengecil dan pada
proses pemanasan apabila dicampur pada zat pengotornya maka akan mengalami
penguapan yang nantinya terpisah dari zat pengotornya. Hal dalam menyublin ini
dimana kapur barus yang dari zat padat harus memilki tekanan uap yang tinggi
dibawah dari titik lelehnya. Sublimasi memiliki syarat pada pemisahan diantara
kedua campuran zat, zat tambahan itu merupakan partikel yang harus mempunyai
perbedaan titik didih yang besar maka akan menghasilkan suatu uap dimana
menunjukkan tingkat dari kemurnian yang tinggi (Antonius, 2018).
Apabila kita ingin mengetahui
tingkat kemurnian, tentu akan dilakukan dari cara tahap penyelesaian pemurnian
tersebut. Biasanya suatu campuran zat itu perlu melakukan tahap-tahap dalam
pemurnian agar memperoleh zat-zat murni itu sendiri. Proses dari pemurnian itu
memiliki tehnik / cara yang berbeda prinsip kerjanya untuk mendapatkan
kemurnian zat tersebut. Pemurnian diuji pada zat padat maupun zat cair, diantaranya
dari tehnik dalam memurnikan atau memisahkan suatu zat yaitu
ekstraksi,sentrifugas,sublimasi,reksritalisasi maupun filtrasi. Dimana untuk
mendapatkan kemurnian harus memisahkan zat campuran dari suatu zat tersebut
(Candra, 2016).
Suatu langkah dan bahan serta alat
yang sangat sederhana untuk menguji pada proses sublimasi dalam pemisahan
campuran zat tersebut. Disini untuk menguji dalam proses penguapan perlu
dilakukan pada bahan zat padat yang mudah menguap yang nantinya akan mengalami
proses penyubliman. Dan sebagai zat tambahannya atau sebagai zat pengotornya
harus memiliki sifat yang tidak menguap agar terjadinya pemisahan cara
sublimasi. Alatnya hanya disediakan sebagai pemanasan untuk mereaksikan
penguapan (Pratiwi, 2018).
V Alat dan Bahan
5.1 Alat
1.
Gelas kimia
2.
Pengaduk
3. kaki
tiga
4.
Spiritus
5.
Cawan pentri
5.2
Bahan
1.
Kapur barus yang dihaluskan warna hijau,orange, dan pink
2.
Tanah
VI Prosedur Kerja
1. Dimasukkan kapur barus yang sudah dilumatkan kedalam gelas kimia, diisi masing-masing dengan ke3 warna kapur barus. Gelas 1: orange, gelas 2: hijau, gelas 3: pink.
2. Dicampurkan tanah secukupnya kedalam masing-masing gelas kimia yang berisi kapur barus dan diaduk.
3. Disediakan cawan pentri lalu diletakkan es
4. Disiapkan alat pemanas seperti kaki tiga, spiritus.
5. Masing-masing gelas kimia diletakkan diatas kaki tiga yang dibawahnya spiritus.
6. Dihidukan spiritus dan dipanaskan
7. Ditutup dengan cawan pentri yang berisi es batu diatasnya.
8. Ditunggu selama kurang lebih 15-20 menit dari proses pemanasan
9. Diamati hasilnya
Berikut
adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:
https://www.youtube.com/watch?v=c2dBmiMp2Nk
sambungan vidio
Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Mengapa pada proses sublimasi diletakkan es batu diatas cawan pentri?
2. Apakah indikasi yang membuat terjadinya sublimasi kapur barus?
3. Bagaimana yang terjadi pada sublimasi apabila tidak dicampurkan dengan tanah ?

Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050), akan menjawab pertanyaan no. 1.
BalasHapusAdanya es batu di atas cawan petri dimaksudkan sebagai pendingin dari proses sublimasi. Dimana prinsip dari proses sublimasi yaitu zat padat akan diuapkan karena adanya proses pemanasan lalu mengalami pendinginan yang berasal dari es batu tersebut sedangkan zat pengotornya tetap berbentuk padat. Setelah tidak ada lagi uap yang terbentuk, maka dapat dicek kemurnian zat tersebut.
Baiklah, perkenalkan
BalasHapusNama : Gustina romarti fajrin
Nim : A1C119053
Akan menjawab pertanyaan Soni yang nomor (2)
hal yang mendorong terjadinya proses sublimasi pada kapur barus adalah kondisi lingkungannya, dimana dalam hal ini adalah Suhu(T) yang sangat berpengaruh terhadap perubahan wujud dari kapur barus tersebut.karena kapur barus adalah zat yang memiliki sifat mudah menguap , maka pada saat kapur barus tersebut dipanaskkan maka akan berubah wujud menjadi padat ke gas dengan cara cepat. sedanhkan ketika gas panas kapur barus tersebut mecapai cawan petri yang memiliki suhu dingin karena terdapat es menyebabkan kapr barus berubah lagi menjadi padatan kristal seperti oada awalnya. Peristiwa yang seperti ini lah mengindikasikan terjadinya proses Sublimasi pada reaksi tersebut.
Baiklah perkenalkan nama saya Lela Sastry Br Sormin dengan Nim A1C119086 akan menjawab pertanyaan no 3
BalasHapusSuatu langkah dan bahan serta alat yang sangat sederhana untuk menguji pada proses sublimasi dalam pemisahan campuran zat tersebut. Disini untuk menguji dalam proses penguapan perlu dilakukan pada bahan zat padat yang mudah menguap yang nantinya akan mengalami proses penyubliman. Dan sebagai zat tambahannya atau sebagai zat pengotornya harus memiliki sifat yang tidak menguap agar terjadinya pemisahan cara sublimasi. Alatnya hanya disediakan sebagai pemanasan untuk mereaksikan penguapan