Jurnal Percobaan 6 (Reaksi-reaksi Aldehida)
JURNAL REAKSI – REAKSI ALDEHIDA
JURNAL
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
SONI FITRI BR NABABAN
(A1C119097)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN
6
I Judul : Reaksi – Reaksi Aldehida
II Hari, Tanggal : Senin, 22 Maret 2021
III Tujuan : Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu:
1. Dapat memahami sifat aldehid dalam bereaksi dengan senyawa tollens.
2. Dapat memahami cara kerja pereaksi tollens.
3. Dapat mengetahui prosedur kerja pada reaksi senyawa aldehid dengan pereaksi tollens
IV Landasan Teori
Aldehid memiliki peran dimana termasuk senyawa karbon dengan berada diujung pada rantai karbon dengan yang diakhiri oleh atom hydrogen dengan memiliki suatu gugus karbonil (C=O). Adapun turunan aldehid berasal dari nama asam karboksilat dengan digantikan akhiran-at yang menjadi aldehid dan mensingkirkan kata asamnya. Dimana sifat dari aldehid ini adalah termasuk suatu senyawa polar dan juga memiliki suhu tinggi pada saat kondisi mendidih dia termasuk dalam senyawa polar yang dengan suatu massa molekulnya sama. Senyawa aldehid itu memiliki suatu kandungan gugus rantai utama pada gugus-CHO dan pada karbon CHOnya menjadi prioritas utama dan akan dibuat nomor terendah, sifat lain dari aldehid itu termasuk senyawa organic teroksigenasi pada massa molekul menunjukkan lebih rendah. Banyak suatu manfaat dari aldehid, diantaranya berperan sebagai suatu pengawet(formalin) mayat, antiseptic untuk luka, dan juga menjadi bahan bakudalam industry plastic, maka dari itu jenis aldehid adalah suatu senyawa yang lumayan berbahaya apabila disalah gunakan (Hart, 2003).
Pada percobaan ini dilakukan beberapa cara proses dalam mereaksikan aldehid. Aldehid itu akan lebih reaktif dibandingkan dari alkohol sendiri, dimana aldehid akan mengalami berbagai macam suatu reaksi, antara lain adalah bisa reaksi oksidasi, reaksi polimerisasi dan juga reaksi adisi. Aldehid mempunyai bau khas yang dimana ada baunya sedap ada yang tidak sedap. Itu karena dari perbedaan wujud antara gas dan cair. Dengan pada suhu kamar itu aldehid berkarakterikstik wujudnya cair dan gas dan dapat mengoksidasi berubah jadi asam (Acton, 2013).
Dalam menguji itu dilakukan beberapa uji yang dimana dalam mendeteksi keberadaan akan dalam suatu sampel itu akan terkandung aldehid. Maka proses atau tesnya juga akan berbeda-beda, dengan memakai bahan yang berbeda juga. Dimana memiliki perlakuan khusus pada setiap tesnya dalam mendeteksi mengidentifikasi. Pada proses pengujian ini juga akan dideteksi hasil dari reaksi dari aldehid, dan ada yang menggunakan alat pemanasan pendidihan dan ada yang tidak menggunakan (Cahyono, 2011).
Menurut Dewan (2015), bahwa senyawa karbonil itu ada yang termasuk didalamnya diantaranya itu salah satunya aldehida. Umumnya itu terlihat sifat dari reaksi itu akan sama. Dilihat dari kecepatan suatu reaksi ini bahwa terlihat aldehid akan lebih cepat mengalami reaksi dengan pereaksinya sama-sama.
Adapun rumus umum pada aldehid itu adalah R-CHO yang dimana itu mengandung dari sebuah gugus karbonil (C=O). Dimana sifat fisika aldehid rata-rata merupakan cairan dengan suhu standard an terkecuali HCHO yang termasuk gas.
Golongan aldehida itu akan mengikat atom dari karbon dan juga hidrogennya pada gugus karbonil. Dalam senyawa karbonil ini oksigen yang berperan dalam asam karboksilat pada gugus karbonil serta turunannya dan karbon dalam senyawa akan menempel pada nitrogen serta halogen menjadi amida dan asil halidanya (Aalim, 2015).
V Alat dan Bahan
5. 1 Alat
- ·
Tabung
reaksi
- ·
Pipet
tetes
- ·
Penangas
air
5. 2 Bahan
- · Senyawa organic
- · AgNO3
- · NaOH encer
- · NH4OH
VI Prosedur Kerja
- 1) Diambil larutan perak nitrat di dalam tabung reaksi menggunkan pipet dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- 2) Dimasukkan beberapa tetes larutan NaOH encer ke dalam tabung reaksi
- 3) Dimasukkan beberapa tetes NH4OH kedalam tabung reaksi dengan pipet tets yang lain
- 4) Dikocok tabung dengan baik
- 5) Setelah dilakukan pengocokan dimasukkan lah beberapa tetes senyawa organic yang akan di uji ke dalam tabung reaksi
- 6) Dipanaskan tabung reaksi dengan penangas air selama beberapa saat
- 7) Dicatat apa yang terjadi
Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:
Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Dalam menambahkan larutan lain itu digunakan pipet lainnya untuk menuangkan, mengapa harus menggunakan pipet lainnya?
2. Mengapa harus melakukan pemanasan pada uji tollens terhadap aldehid?
3. Bagaimana yang terjadi jika percobaan tidak dilakukan pengocokkan?


Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050) akan menjawab pertanyaan no.2
BalasHapusPerlu dilakukan pemanasan tujuannya untuk mempercepat reaksi antara sampel yang diuji dengan reagen Tollens yang digunakan pada percobaan
Baiklah, perkenalkan nama saya Elseria Afriyanti Togatorop, NIM : A1C119071
BalasHapusAkan menjawab pertanyaan no 3
jika percobaan tidak dilakukan pengocokkan, maka kita tidak dapat melihat reaksi dan perubahan yang terjadi antara larutan NaOH encer dan beberapa tetes NH4OH yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Baiklah, Perkenalkan.
BalasHapusNama : Gustina Romarti Fajrin
Nim. : A1C119053
Akan menjawab pertanyaan soni yang nomor (1)
Seperti yang kita ketahui bahwa kemungkinan suatu reaksi terjadi jika suatu zar pada wadag yang sama saling bersentuhan. Nah, sedangkan kita ingin reaksi ini terjadi di tabung reaksi. Oleh karena itu, Penggunaan pipet tetes harus berbeda-beda agar zar yang lain tidak bereaksi deluan dengan zat yang sebelumnya diambil pake pipet tetes yang sama. Apalagi di dalam percobaan ini antara zat AgNO3 dengan NaOH yang langsung terjadi reaksi pembentukan endapan coklat.