LAPORAN PERCOBAAN 3. Memanipulasi Alat-alat Praktikum Kimia Organik.

 LAPORAN PERCOBAAN 3. Memanipulasi Alat-alat Praktikum Kimia Organik.

LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN III

MEMANIPULASI ALAT-ALAT PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

 


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VI. Data Pengamatan :

 6.1 Alata standar pemisahan dengan menggunakan alat corong.

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dimasukkan eksrtrak teh kedalam corong pemisah standar,

Kemudian dimasukkan kloroform kedalam corong pemisah. Lalu digoyang diaduk secara  perlahan

      Corong pemisah: untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran  diantara dua fase pelarut.

      Ekstrak teh  sebagai pelarut zat untuk pembanding

      Kloroform: sebagaizat pelarut zat  untuk pembanding

 

 

Untuk mengaduk dengan cara menghomogenkan  dua larutan dalam corong pemisah.

Corong  pemisah dapat memisahkan suatu dua zat komponen dalam satu wadah

 

2.

Dibuka kran corong pemisah mengeluarkan hasil   kedua zat pemisahan.

      Kran: untuk membuka/menutup larutan agar tidak tumpah/menuangkan  larutan pemisah tersebut.

 

Untuk memisahkan hasil kloroform dan ekstraks teh

Diperoleh nya hasil pemisahan  antara dua komponen zat dari corong pemisah.

 

6.2  Alat Modifikasi corong pemisah

 

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dimodifikasi alat corong pemisah dengan alat sederhana, dari botol aqua, selang kecil, kawat penyangga, kran kecil, dan gelas

      Botol bekas: untuk sebagai alat pengganti corong pemisah

      Selang: untuk sebagai untuk mengalirkan air dan minyak

      Kawat penyangga: untuk sebagai meopang botol bekas

      Gelas: untuk menampung air dan minyak yang sudah dipisahkan.

      Minyak: sebagai bahan untuk sebagai larutan pembanding

      Air : sebagai larutan pembanding

 

Untuk memanipulasi barang sederhana untuk pengganti alat laboratorium corong pemisah.

Alat corong pemisah yang dimodifikasi dari barang sederhana berfungsi dengan baik seperti alatcorong pemisah standar

 

2.

Dimasukkan minyak dan juga air ke dalam corong pemisah yang sudah dimodifikasi.

Dan diaduk dan dituang kedalam gelas hasil pemisahan

      Corong pemisah: unuk memisahkan komponen dua zat kedalam satu wadah

      Pengaduk: untuk melarutkan zat didalam corong pemisah

      Gelas: untuk menampung hasil pemisahan minyak dan air

Untuk mendapatkan hasil pemisahan didalam alat modifikasi corong pemisah

Diperolehnya hasil pemisahan antara minyak dan air

Didapat didalam gelas masing-masing.

 

 

VII. Pembahasan

Didalam laboratorium tentu memilki alat dan bahan yang harus dirawat dan dijaga agar tersimpan engan aman. Semua alat-alat laboratorium ini memilki fungsi yang beragam dan sebagai praktikan harus memahami terlebih dahulu penggunaan alat-alat laboratorium. Agar nantinya diwaktu praktikum tidak tejadi kesalahan hasil dari percobaan yang akan dilakukan. Sangat dibutuhkan ketelitian dan keakuratan dalam penggunaan alat-alat praktikum.

Pada percobaan ini  menjelaskan bahwa alat praktikum itu bisa digantikan dengan membuat dengan cara memodifikasi alat tersebut dengan barang-barang sederhana sebagai pengganti alat praktikum apabila tidak ada didalam laboratorium ataupun dikarenakan alat tersebut mahal. Sangat berguna dan penting dalam merakit atau memodifikasi alat laboratorium didalam prakikum. Dari barang sederhana ini dimodifikasi dengan bagus akan bisa diimplementasikan dalam alat standar laboratorium. Pada praktikum kimia organic, salah satu alat laboratorium itu adalah corong pemisah. Didalam praktikum kimia organic digunakan sebagai pengestraksian cair-cair dalam memisahkan suatu komponen organic pada suatu campuran didalamnnya yang antara dua fase pelarut yang hasilnya akan berbeda atau tidak bercampur.

7.1 Alat standar pemisahan dengan menggunakan alat corong pemisah.

Dalam percobaan ini menggunakan alat corong pisah untuk memisahkan kloroform dan ekstrak teh. Pada alat laboratorium corong pisah ini terbuat darikaca yang berbentuktabung kerucut yang dimana terdiri bagian atas dan bagian bawah. Pada bagian atasnya itu adalah tempat untuk memasukkan ekstrak cair-cair dan ada penutup atasnya. Kemudian dibagian bawahnya ini  terdapat kran yang memilki fungsi untuk mengunci dan mengalirkan zat cair yang didalam corong pisah tersebut. Dimana yang dimasukkan komponen-komponen ke dalam corong pemisah itu adalah ekraks teh dan kloroform. Setelah dimasukkan dilakukan pengadukan dan pengocokan dan sesekali membuka kran corong pisah. Lalu yang terjadi suatu campuran itu berada diantara dua fase pelarut yang dengan kondisi densitas berbeda yang saling tidak bercampur. Dalam pengocokkan komponen kimia yang terpisah itu akan mengalami fasa yang berbeda yang dimana membuat tingkat dari kepolaran pada perbedaan dari konsentrasi yang tetap. Dan pada akhirnya hasilnya dituang dialirkan dengan membuka kran dituang kedalam gelas.

7.2 Alat modifikasi pemisahan corong pemisah

Pada video praktikum ini menjelaskan atau memnunjukkan bahwa alat laboratorium corong pemisah bisa dimodifikasi dengan barang-barang yang sederhana. Dalam merakit memodifikasi alat corong pemisah dibuat dengan tujuan untuk mempermudah dalam melakukan pemisahan. Bahan yang digunakan itu adalah minyak goreng dan air, untuk menguji coba berhasil atau tidaknya sesuai dengan alat standar laboratorium dari corong pemisah.

Jadi untuk memodifikasi alat corong pemisah digunakan barang sederhana yang dimana terdiri dari, botol aqua bekas, selang, kran kecil kawat penyangga dan gelas. Yang dilakukan itu membelah botol aqua, lalu memrakit kawat agar botol aqua dapat berdiri lalupada tutup botol dibolongin untuk memasukkan selang lalu diujung selang dibuat kran kecil. Kemudian jadilah alat corong pemisah hasil modifikasi dari barang sederhana. Dilakukan uji coba pada alat modifikasi tersebut dicampurkanair dan minyak, lalu diaduk dan kemudian dilakukan pemisahan diantara kedua zat. Terjadi perbedaan kedua fase karena perbedaan kepolaran. Dituang kedalam gelas sebagai hasil pemisahan dari alat modifikasi corong pemisah tersebut.

VIII. Pertanyaan pascapraktek

1. Mengapa alat modifikasi corong pisah tersebut tidak buat tutupnya seperti alat standar corong pisah?

2. Apakah efisien dan aman alat hasil modifikasi corong pemisah dibuat dari bahan plastic?

3. Bagaimana yang terjadi apabila alat modifikasi corong pisah itu diuji/dipraktikan dengan pemisahan pada bahan zat cair yang tidak tahan terhadap plastic?

IX. Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1.      Cara dalam penggunaan alat praktikum kimia organic dalam percobaan ini yaitu dengan menggunakan metode pengesktraksian atau dengan cara pemisahan menggunakan alat corong pemisahan. Dimana kedua komponen zat cair-cair dimasukkan kecorong pisah dan kemudian terjadi hasil pemisahan diantara kedua zat antara kloroform maupun ekstrak teh begitupun pada zat minyak dan air yang saling terpisah.

2.      Pada alat corong pisah ini dimodifikasi dengan barang yang sederhana, dirakit sedemikian mirip dengan alat standar dari corong pisah. Digunakan dengan barang bekas seperti aqua, selang, kawat dank an kecil. Pada saat pengujian telah berhasil dipisahkan pada campuran komponen zat yang terpisah yang berada didua fase. Dan hasilnya dituang dimasing-masing gelas.

XI. Daftar pustaka

Dwijendra, dkk. 2014. Kritivitas Antibakteri Dan Karakteristik Senyawa Fraksi Sponsi Lamellodysidea Herbacea Yang Diperoleh Dari Teluk Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi. 3(4).

Hokayuruke, 2013. Penuntun Praktikum Kimia Organic 2. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat: Banjarbaru

Juvitassari, 2018. Pengenalan alat laboratorium pengesktraksian. Jurnal kimia. 2(3).

Subroto, J., 2000. Buku Pintar Alat Laboratorium. Aneka. Solo.

Vendamawan, R. 2015. Pengolaan laboratorium kimia. Ejournal. 11(2). 


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050), akan menjawab pertanyaan no. 2.
    Modifikasi corong pisah dengan bahan plastik dapat dikatakan aman dan efisien. Karena bahan yang digunakan murah, dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan sangat membantu dalam mengurangi limbah plastik. Alat modifikasi yang dihasilkan aman karena tidak membahayakan dalam penggunaannya dan penggunaannya efisien karena selain mudah juga memberikan hasil yang sama atau persis sama dengan corong pisah standar.

    BalasHapus
  3. Baiklah,saya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaan no 2. Alat coring pisah sederhana tidak menggunakan tutup seperti corong pisah standar dikarenakan dalam percobaan pemisahan campuran pada perlakuan sederhana pengocokannya itu dilakukan secara langsung atau dengan menggunakan lidi sedangkan pada vidio standar dilakukan pengocokan larutan menggunakan corong pisah yang mana corong pisahny dimiringkan sehingga membutuhkan tutup agar larutann yg akan dikocok tidak tumpah.

    BalasHapus
  4. Baiklah perkenalkan nama saya Lela Sastry Br Sormin dengan Nim A1C11986 akan menjawab pertanyaan no 1
    Jadi untuk memodifikasi alat corong pemisah digunakan barang sederhana yang dimana terdiri dari, botol aqua bekas, selang, kran kecil kawat penyangga dan gelas. Yang dilakukan itu membelah botol aqua, lalu memrakit kawat agar botol aqua dapat berdiri lalupada tutup botol dibolongin untuk memasukkan selang lalu diujung selang dibuat kran kecil. Kemudian jadilah alat corong pemisah hasil modifikasi dari barang sederhana. Dilakukan uji coba pada alat modifikasi tersebut dicampurkanair dan minyak, lalu diaduk dan kemudian dilakukan pemisahan diantara kedua zat. Terjadi perbedaan kedua fase karena perbedaan kepolaran. Dituang kedalam gelas sebagai hasil pemisahan dari alat modifikasi corong pemisah tersebut.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 5. (REAKSI-REAKSI HIDROKARBON).

Jurnal Percobaan 10 (Pembuatan Sikloheksanon)

Jurnal percobaan 2. (Penentuan Kelas Kelarutan)