LAPORAN PERCOBAAN 4. (PEMURNIAN ZAT PADAT)

 LAPORAN PERCOBAAN 4. PEMURNIAN ZAT PADAT.

LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN IV

PEMURNIAN ZAT PADAT


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

 

VI. Data Pengamatan :

Pemurnian Zat Padat Dengan Tehnik Sublimasi

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Ø  Dimasukkan kapur barus yang sudah dilumatkan kedalam gelas kimia, diisi masing-masing  dengan 3 warna kapur barus.

Gelas 1: orange

Gelas 2: hijau

Gelas 3: pink

Ø  Dicampurkan tanah secukupnya kedalam masing-masing gelas kimia yang berisi kapur barus dan diaduk.

 

      Gelas kimia: untuk wadah menampung zat

      Kapur barus: untuk sebagai bahan zat padat yang akan disublimasikan

      Tanah: untuk zat padat tambahan atau sebagai zat pengotor untuk proses sublimasi .

      Pengaduk: untuk mencampurkan zat kapur barus dan tanah.

 

 

Untuk menghomogenkan kedua zat padat dalam proses sublimasi.

.

Kapur baru dan tanah sudah tercampur dengan rata dan homogen

 

 

2.

Ø  Disediakan cawan pentri lalu diletakkan es batu

Ø  disiapkan alat pemanas seperti kaki tiga, spiritus

      Cawan pentri: untuk sebagai tempat es batu dan sebagai penutup dalam proses penguapan sublimasi suatu zat kapur barus

      Pemanas kaki tiga: sebagai tungku/ kompor pemanasan dalam sublimasi

      Spiritus: untuk memanaskan proses sublimasi antara kapur barus dan tanah.

      Es batu: untuk mendinginkan uap gas pd peristiwa sublimasi sehingga berubah menjadi bentuk padatnya

 

Untuk proses pendinginan pada peristiwa sublimasi dan untuk menyediakan pada proses pemanasan penguapan.

Telah siap alat pemanasan untuk proses sublimasi

 

3.

Ø  Masing-masing gelas kimia diletakkan diatas kaki tiga yang dibawahnya spiritus. Dan dipanaskan

Ø  Ditutup dengan  cawan pentri yang berisi es batu diatasnya.

      Gelas kimia: untuk wadah menampung zat dan wadah reaksi sublimasi

      Pemanas kaki tiga: sebagai tungku/ kompor pemanasan dalam sublimasi

      Spiritus: untuk memanaskan proses sublimasi antara kapur barus dan tanah.

      Es batu: untuk mendinginkan uap gas pd peristiwa sublimasi sehingga berubah menjadi bentuk padatnya

Untuk mendinginkan uap gas pada peristiwa sublimasi dan untuk melakukan pemanasan pada proses penguapan

Mulai terjadinya penguapan pada sekitaran gelas kimia dan tutup pada cawan pentri

 

4.

Ø  Ditunggu selama kurang lebih 15-20 menit dari proses pemanasan dan juga diamati yang terjadi

Ø  Terjadinya penguapan pada gelas kimia yang berisi kapur barus dan tanah.

      Pemanas kaki tiga: sebagai tungku/ kompor pemanasan dalam sublimasi

      Spiritus: untuk memanaskan proses sublimasi antara kapur barus dan tanah.

Untuk proses penguapan sublimasi kapur barus dan tanah. Dan untuk roses pemisahan zat

Gelas 1: terjadinya penguapan pada kapur barus dengan berbentuk kristal tajam seperti jarum. Sublimasi yang sempurna. Kapur barus mengalami sublimasi dengan terbentuk kristal dan tanah terpisah dengan bercampur air yang sebagai zat aditif/zat tambahan dalam kapur barus.

Gelas 2: penguap sublimasi yang tidak sempurna. Kapur barus hanya sebagian mengalami sublimasi dan tanah masih bercampur dengan kapur barus

Gelas 3: hasilnya sama seperti gelas 2 penguap sublimasi yang tidak sempurna. Kapur barus hanya sebagian mengalami sublimasi dan tanah masih bercampur dengan kapur barus.


VII. Pembahasan

Setiap uastu zat ada terdapat kemurniannya, dimana untuk mengetahui kemurnian dari suatu zat harus menggunakan cara ataupun proses untuk mengethaui kemurniannya. Begitu banyak cara pada proses pemurnian ini. Dimana dalam pemurnian ini harus dilakukan suatu cara pemisahannya terlebih dahulu, sehingga setelah dipisahkan maka hasilnya bisa diuji kemurniannya.

Begitu beragam cara pada pemisahan dan juga dalam pemurnian zat itu, sepertiada dengan cara rekritalisasi, destilasi, sublimasi, kromatografi kristalilasi, maupun dengan ekstraksi. Dalam memisahkan harus mengetahui dan mengenal karatreistik dari setiap jenis pelarut organic dan tingkat kepolaran dari suatu zat. Suatu proses dalam memurnikan dari suatu zat itu memilki tehnik yang berbeda-beda, diantaranya itu ada tehnik sublimasi,kristalisasi, maupun tehnik kromatografi dan lain-lainnya. Pada setiap tehniknya ditentukan oleh hasil dari kemurian suatu zat dalam mengidentifikasi dari sifat-sifatnya (https://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/).

Percobaan ini dilakukan dengan cara tehnik sublimasi kapur barus, yang dilakukan penguapan pemanasan dengan memisahkan kapur barus dengan zat pengotrnya tanah. Dimana tehnik sublimasi disini dengan cara penguapan suatu zat dimana akan mengalami perubahan wujud yang awal mula wujud padat berubah langsung menjadi wujud gas menyublim dengan tidak menjalin fase wujud cair karena sifat dari kapur barus itu mudah menguap dan memiliki sifat menyublim. Jika dilakukan pemanasan pada senyawa organic maka akan mengalami perubahan bentuk fasa. Jika suhu dan juga tekanannya temperature itu tertentu maka akan berubah fasa menjadi gas (underwood,20020.

Disini diuji dengan 3 warna kapur barus, yaitu orange, hijau dan pink. Diletakkan dimasing-masing gelas dan dicampur kemudian dipanaskan. Disini ditutup dengan es batu yang bertujuan untuk membuat penguapan itu berubah perbedaan titik didih pada proses sublimasi. Dimana uapnya itu akan membentuk Kristal, yang awalnya kapur barus yang memiliki warna yang berbeda itu mendapatkan hasil semuanya kristal seperti jarum-jarum tajam warna putih.

Pada percobaan ini ada yang terpisah dengan sempurna dan ada yang terpisah sebagian apur barus dengan pengotornya. Terjadinya penguapan pada kapur barus ini karena sesungguhnya kapur barus sendiri memiliki sifat kimia yang mudah meguap menyublim dan juga kapur barus itu akan hilang mengecil dalam waktu yang lama. Sehingga kapur barus itu akan mudah diuji dengan cara sublimasi. Dimana pada pemisahan ini kapur barus menguap, tanah akan tertinggal di dasar dengan campuran air. Dimana air ini adalah hasil pemanasan berperan sebagai zat-zat tambahan yang ada didalam kapur barus. Pada pemurnian pada suatu zat itu dilihat dari rendemen yang diperoleh. Dimana apabila tinggi rendemennya itu maka kemurniannya mengalami tingkat tinggi juga dan begitu sebaliknya. Setelah dilakukan pemisahan itu, maka hasil itu dilakukan penimbangan, kemudian dilakukan perhitungan dan diuji kemurniannya.

VIII. Pertanyaan pascapraktek

1Apakah yang terjadi mengapa yang dari warna kapur barus hijau, orange dan pink itu bisa berubah menjadi bentuk Kristal yang berwarna putih?

2. Bagaimana hasilnya apabila dikatakan sublimasi sempurna?

3. Jelaskan bagaimana bisa pada gelas 2 dan 3 hasil sublimasinya itu terjadi sebagian?

IX. Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Sublimasi adalah proses penguapan pemanasan pada suatu zat dengan menunjukkan hasil Kristal bening seperti jarum-jarum tajam. Cara sublimasi percobaan kapur barus yang dilkakukan sudah baik, yang dimana zat padatnya kapur arus dan tanah disublimasi mendapat hasil penguapan bentuk Kristal bening dan terpisah dari zat pengotornya.

2. Didalam tehnik pemurnian zat padat ini dilakukan dengan cara memisahkan zat itu dari pengotornya, lalu melakukan pemurnian. Dimana pada tehnik pemisahan dengan cara sublimasi itu pada kapur barus dan zat pengotrnya itu tanah.  tehnik sublimasi itu pada zat padat dipisahkan dengan uji coba kapur barus. Diuji kapur barus dicampurkan dengan tanah dan melakukan pemanasan, hasilnya kapur barus yang sudah terpisah dari pengotornya. Hasilnya terbentuk Kristal.

XI. Daftar pustaka

Antonius, dkk. 2018. Kristalisasi Dan Sublimasi Kristalisasi Dan Sublimasi. Jurnal Sains. Vol2(3);11

Chandra, Muhamad. 2016. Pemurnian. Jurnal Kimia FMIPA UNES. Vol.8(1);26

Pratiwi, Ana, Husna Amalya M dan Rahmat R. 2011. “ Pengembangan Buku Ajar Pemisahan Campuran dengan Pendekatan Kontruktivisif dan Multirepresentasi Kelas VII SMP”. Jurnal Rekayasa. Vol 2 (3) ; 9

Syamsurizal.2019. Pemurnian Zat Padat.. https://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/

Underwood. 2002. Analisa Kualitatif Edisi ke 5. Jakarta : Erlangga



Komentar

  1. baiklah saya febby rahmadayani akan menjwab pertanyaan soni no 2 Perubahan bentuk suatu benda dari padat ke gas , dan biasa nya kekuatan antar partikel nya lemah dalam ikatan padat itu inilah saat sublimasi sempurna

    BalasHapus
  2. Baiklah, perkenalkan
    Nama : Gustina Romarti Fajrin
    Nim : A1C119053
    Akan menjawab pertanyaan rara yang nomor

    proses kehilangan warna pada kapur barus ini terjadi karena beberapa hal yang mungkin terjadi yaitu, pertama adalah zat warna tersebut kemungkinan menguap di udara karena pengaruh panas,ataupun mungkin zat warna pada kapur barus ini terserap oleh pasir yang ditambahakan pada saat pemanasan. kemungkina terakhir yang terjadi adalah warna dari kabur barus tersebut tercampur dengan kapur barus nya pada proses pengancuran di mortar, jadi warna nya ikut melebur ke dalam kapur barus. tetapi semua kemungkinan ini hanya bisa terjadi jika ada penelitian lebih lanjut mengenai peristiwa ini

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan nama saya Lela Sastry akan menjawab pertanyaan

    Sublimasi adalah peralihan suatu zat secara langsung dari padatan ke keadaan gas ,tanpa melalui keadaan cair.Sublimasi adalah proses endotermik yang terjadi pada suhu dan tekanan di bawah titik rangkap tiga zat dalam diagram fase , yang sesuai dengan tekanan terendah di mana zat dapat eksis sebagai cairan. Proses kebalikan dari sublimasi adalah deposisi atau desublimasi, di mana suatu zat melewati langsung dari gas ke fase padat.Sublimasi juga telah digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan transisi padat-ke-gas (sublimasi) diikuti oleh transisi gas-ke-padat (deposisi)Sementara penguapan dari cair ke gas terjadi sebagai penguapan dari permukaan jika terjadi di bawah titik didih cairan, dan sebagai mendidih dengan pembentukan gelembung di bagian dalam cairan jika terjadi pada titik didih, tidak ada perbedaan transisi padat-ke-gas yang selalu terjadi sebagai sublimasi dari permukaan.

    BalasHapus

Posting Komentar