LAPORAN PERCOBAAN 6. Reaksi - Reaksi Aldehid.

 LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN VI

REAKSI - REAKSI ALDEHID


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

VI. Data Pengamatan :

 

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Diambil larutan perak nitrat di dalam tabung reaksi menggunkan pipet dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi

Tabung reaksi :

Wadah tempat terjadi reaksi antara senyawa .

 

Pipet tetes ;

memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit .

 

Penangas air :

Untuk memanaskan sampel dengan volume yang konstan

 

Senyawa organic :

Objek yang akan diuji

 

AgNO3 :

Untuk direaksikan dengan NaOH membentuk endapan coklat.

 

NaOH encer :

Pembentuk endapan coklat

 

NH4OH : sebagai pengalarut endapan coklat

 

Untuk direaksikan dengan NaOH

larutan siap untul ditetesi larutan NaOH

 

2.

Dimasukkan beberapa tetes larutan NaOH encer ke dalam tabung reaksi

Untuk direaksikan dengan NaOH

AgNO3 berekasi dengan NaOH membentuk endapan coklat Ag2O

 

3.

Dimasukkan beberapa tetes NH4OH kedalam tabung reaksi. Lalu dikocok tabung reaksi dengan baik

Untuk melarutkan endapan coklat

Endapan larut dalam NH4OH  

 

4.

Setelah dilakukan pengocokan dimasukkan lah beberapa tetes senyawa organic yang akan di uji ke dalam tabung reaksi

Untuk mempercepat reaksi antara reagena dengan senyawa orgnik

Sampel siap untuk dipanaskan

 

5.

Dipanaskan tabung reaksi dengan penangas air selama beberapa saat

Untuk membentuk endapan cermin perak

Aldehid mereduksi ion Ag+  pada unsur perak yang berda di permukaan tabung reaksi menghasilkan cermin perak.

 

 

VII. Pembahasan

Dalam mendeteksi suatu reaksi itu harus diperlukan suatu tanda perubahan dari hasil percobaan tersebut. Dari hasilnya itu nanti bisa diketahui bahwa reaksi yang terjadi itu bisa diprediksi apakah mengikat reaksi atau mengandung reaksi. Jadi pada percobaan ini itu dilakukan untuk melihat suatu reaksi-reaksi aldehida. Aldehida itu sendiri adalah suatu senyawa organic yang mengandung suatu gugus fungsi formil dengan karbon karbonil itu akan terikat pada suatu atom hidrogennya dan pada gugus R.  Jadi pada grup R nya itu merupakan hidrokarbon oleh itu ternasuk kelompok formilnya. Dimana biasanya itu yang pada rasa almod , kacang maupun vanilla serta kayu manis itu tergolong dalam kehadirat aldehida. Pada percobaan reaksi-reaksi aldehida ini dilakukan untuk mengidentifikasi aldehida menggunakan berbagai macam tes atau uji.

Percobaan ini dilakukan dengan cara uji tollens dalam mengidentifikasi reaksi aldehid pada reaksi reagen tolens dengan suatu senyawa organiknya. Gugus karbonil itu telah terikat dalam lebih dari satu suatu atom hydrogen itu sendiri. Pada uji tollens ini memiliki pengertian merupakan suatu pengujian bertujuan dapat mengidentifikasi membedakan suatu reaksi aldehida.

Pereaksi tollens dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. yang dilakukan dengan mereaksikan dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).

2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) → Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)

Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) → 2Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq)

Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Karena larutan bersifat basa, maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai.Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion diamminperak(I) menjadi perak adalah sebagai berikut:

Ag(NH3)2+(aq) + e → Ag(s) + 2NH3(aq)

RCHO(aq) + 3OH-(aq) → RCOOH(aq) + 2H2O(l) + 2e

Pengujian tollens ini Maka dari itu , Sampel yang menunjukkan positif aldehid direaksikan jika dengan pereaksi tollens kemudian dipanaskan dan muncul endapan cermin perak pada dinding tabung reaksi maka dapat dikatakan bahwa sampel itu merupakan salah satu dari senyawa aldehid. Dengan ion dari hasil akhirnya itu adalah kompleks perak amonianya akan mudah tereduksi pada aldehida menjadi logam peraknya. Jadi hasil perak hidroksidanya itu tidak dapat terlarut dalam air, maka ion peraknya itu akan dikompleks pada ammonia pada suasana basa agar tetap larut. Adapun persamaan reaksinya dapat ditulis:

RCHO- +  2Ag(NH3)2+ + 3OH- RCO- + 2Ag + 4NH3 + 2H2O

Aldehid itu akan mengokisdasikan asam yang membentuk garamnya ammonium dan ion logam kompleksnya tereduksi oleh menjadi perak yang mengendap pada dinding tabungnya itu terdapat cermin peraknya.

VIII. Pertanyaan pascapraktek
1.      Mengapa harus dilakukan pembakaran dalam mengidentifikasi reaksi aldehid?
2.      Jelaskan jika tidak terdapat adanya cermin perak ini apakah percobaan ini dikatakan gagal dalam uji tollens?
3.      Bagaimana suatu aldehid mereduksi ion perak dalam reagen uji tollen ?
IX. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu:

  • 1.      Untuk memahami sifat reaksi aldehid dalam pengujian tollens ini ditandai dengan hasil yang dimana reagen tollensnya itu direaksikan dengan senyawa organic maka terdapat cermin perak sebagai hasil aldehidnya yang mereduksi ion perak dalam reagen uji dengan adanya cermin perak.
  • 2.      Cara kerja pada pereaksi uji tollens ini memiliki suatu tindakan bisa mereaksikan pada senyawa organic dengan reagen tollen akan menandakan suatu hasil cermin peraknya yang dimana itu menunjukkan aldehidnya. Aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat, ion Ag+ dalam reagen tollens direduksi menjadi logam Ag. Jadi jika ujinya positif makan terlihat bahawa adanya cermin perak.
  • 3.      Prosedur kerja pada pereaksi uji tollens ini dilakukan dengan membuat reagen kompleks tollens terlebih dahulu lalu dilakukan dengan mengidentikasikan dengan mereaksikan dengan senyawa organic. Maka bisa dilihat apakah terdapat cermin perak atau tidak. Jika tidak bisa dilakukan dengan pengujian dengan pemanasan.
  •  

XI. Daftar pustaka

Aamli. 2015. Chemistry. India:NCERT.

Acton. 2013. Kimia Organik Dasar II. Yogyakarta : UGM Press

Cahyono, E. 2013. Sintesis dimetil asetal sitronelal dengan katalis gas hcl. Semarang : universitas negri semarang. Jurnal FMIPA. Vol (36). No (1). ISSN 0215-994

Dewan, S, K. 2015. Kimia Organik Farmasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran

            EGC

Hart, H., 2003, Kimia Organik, Jakarta, Erlangga

Komentar

  1. Baiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050), akan menjawab pertanyaan no.2
    Dalam suatu uji reaksi aldehid dengan pereaksi Tollens, apabila dalam percobaan tersebut tidak menghasilkan cermin perak maka dinyatakan gagal. Karena indikasi keberhasilan uji reaksi Aldehid dengan pereaksi Tollens adalah terbentuknya cermin perak sebagai ciri dari senyawa Aldehid.

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya Ekseria Afriyanti Togatorop, NIM : A1C119071
    Akan menjawab pertanyaan no 3
    suatu aldehid mereduksi ion perak dalam reagen uji tollen dengan cara yaitu aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Karena larutan bersifat basa, maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai.

    BalasHapus
  3. Baiklah, perkenalkan
    Nama : Gustina Romarti Fajrin
    Nim. : A1C119053

    Dalam pengidentifikasian aldehid cara yang digunakan adalah memanaskan sampel dan bukan membakarnya. Dalam identifikasi tollens, Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi terbentuk nya cermin perak. Dimana, Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Karena larutan bersifat basa, maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai.Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion diamminperak(I) menjadi perak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 5. (REAKSI-REAKSI HIDROKARBON).

Jurnal Percobaan 10 (Pembuatan Sikloheksanon)

Jurnal percobaan 2. (Penentuan Kelas Kelarutan)