JURNAL PERCOBAAN 7 ( REAKSI – REAKSI KETON )
JURNAL
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
SONI FITRI BR NABABAN
(A1C119097)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN
7
I
Judul : Reaksi – Reaksi Keton
II
Hari, Tanggal : Senin, 05 April 2021
III
Tujuan : Adapun tujuan pada percobaan
ini yaitu:
1.
Dapat
memahami cara kerja uji haloform
2.
Dapat
mengetahui reaksi sifat keton pada uji haloform
IV Landasan
Teori
Bagian dari turunan senyawa gugus keton adalah aseton yang terkatakan
paling penting. Dimana aseton ini menjadi cairan volatile dengan menunjukkan
titik didihnya 56oC. dan reaktif dalam mudah
membakar. Suatu pelarut yang bagus dalam suatu macam-macam dari senyawa organic
yaitu aseton. Dimana aseton ini mudah bereaksi bercampur pada air dengan berapapun
muatannya atau suatu massanya. Manfaat aseton ini digunakan untuk pengering
alat-alat laboratorium, dengan membilas alat laboratorium dengan alat-alat
gelas laboratorium. Adapun pembutan aseton itu dibuat dengan cara bantuan
katalis tembaga dengan melalui dehidrogenesi (Suminar Achmadi, 1989).
Sifat dan struktur dari keton diantaranya itu dimana keton akan
dideteksi dengan mengalami susah dalam beroksidasi, keton itu akan lebih rendah
tingkat reaktifannya, karena keton atom karbonilnya terjaga stabil. Keton itu
akan tidak mengasilkan hasil menghasilkan asam karboksilat dalam proses
teroksidasi disebabkan oleh karena sering mengalami kejadian pemutusan. Jadi dimana
keton jika pada kedua gugus yang melekat dalam gugus karbonilnya yaitu
gugus-gugus karbon (Fessenden, 1992).
Keton memiliki bau yang harum dank has. Dimana kebanyakan sering
digunakan dalam dunia industry yaitu adalah keton. Yang sifat keton ini menjadi
pelarut dalam industry seperti cat dan pernis. Dimana sering dipakai juga dalam
membersihkan cat kuku. Dimana ini keton akan menjadi pembuatan kloroform, iodoform
dan pewarna. Sifat dari keton adalah menjadi yang paling sederhana dan juga penting
yaitu aseton menjadi pusat bagian keton (https://fzahra97.blogspot.com/2015/05/laporan-praktikum-kimia-organik-aldehid.html
)
Dimana dalam skala laboratorium ini dimana uji haloform itu adalah
reaksi dengan membentuk dasar dari uji iodoform dengan mendeteksi dalam
menentukan mengidentifikasi ada atau tidaknya metal keton. Digunakan dengan
reagen kalium iodida dengan hasil positif apabila yang terbentuk padatan dengan
ketentuan suhu kamarnya dan menimbulkan bau yang kas dan menyebakan adanya
perubahan kekeruhan. Dalam dunia kimia organic reaksi uji haloform ini akan
digunakan sebagai pengubah dari metal keton akan menghasilkan asam karboksilat
(https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Haloform_reaction&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=search)
Adapun suatu dasar prinsip pada senyawa karbonil itu adalah dengan
melihat molekul polarnya, karena apabila memiliki molekul dengan ikatan
karbonil itu menunjukkan akan terjadi suatu peristiwa mengikat antara ikatan
rangkap unsur karbon dan juga pada oksigen pada senyawa keton. Dimana ada
peristiwa dikatakan momen dipole yang maksidnya reaksi sekitaran menhasilkan
ikatan karbonil dengan membuat senyawa itu mempunyai suatu titik didihnya yang
sangat tinggi. Adapun peran keton itu menjadi suatu akseptor atau menerima
ikatatan hydrogen dan juga baik larut dalam air pada senyawa keton (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/20/reaksi-reaksi-aldehid-dan-keton198/
)
V Alat
dan Bahan
5. 1 Alat
1. Tabung reaksi
2. Gelas ukur
3. Pipet tetes / suntik
4. Hot plate
5. Gelas arloji
6. Spatula
7. Pengaduk Magnetis
8. Gelas ar
5. 2 Bahan
1. Kalium Iodida
2. Pemutih
3. Air Suling
4. Aseton
VI
Prosedur Kerja
1. Dimasukkan kaliium iodida dan spin kedalam gelas
kimia serta di letakkan di atas hot plateserta di putar alatnya. Kemudian perlahan
lahan masukkan 10 ml air suling kedalamnya.
2. Ditambahkan 4 ml aseton kedalamnya dan ditambahkan
pemutih dan diaduk terus hingga 3-4 menit
3. Didiamkan semalaman
4. Disaring
5. Diamati hasil yang terjadi
Berikut
adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:
Berdasarkan
video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Mengapa
harus menggunakan pemutih dalam uji haloform?
2. Mengapa
haru dilakukan pendiaman dalam waktu semalam? Bagaimana jika pendiamannya kurang
dari 24 jam?
3. Bagaimana
yang terjadi jika tidak ada alat pengaduk magnetis, karena pengadukan tersebut
dilakukan dengan secara cepat ?

Baiklah Saya Sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064, ingin menjawab Pertanyaaan dari Soni No 3, Menurut Saya fungsii dari penggunaaan Alat pengaduk Magnetis ini adalah tujuannya untuk mempercepat suatu reaksi tersebut. sehingga jika tidak menggunakan alat magnetis ini maka larutan tersebut lambat untuk bereakasi dengan sempurna.
BalasHapusBaiklah saya Febby ramadayani ( A1C119052) akan menjawab pertanyaan Sony nomor 2 fungsi pendiaman adalah agar zat-zat yang ada di dalam larutan tersebut dapat bereaksi dan dapat menunjukkan apakah larutan tersebut positif terhadap reaksi keton jika pendiaman kurang dari 24 jam jam maka hasil yang didapatkan tidak maksimal
BalasHapusbaiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
BalasHapusAkan menjawab permasalahan no 1
pada uji haloform sebenarnya pemutih tidak harus digunakan,melainkan pda percoaabn ini digunakan pemutih hanya bertindak sebagai pengganti NaOH .