Jurnal Percobaan 8 (Reaksi Alkohol)
JURNAL
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
SONI FITRI BR NABABAN
(A1C119097)
NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN
8
I
Judul : Reaksi Keton
II
Hari, Tanggal : Senin, 11 April 2021
III Tujuan : Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu:
1. Dapat megetahui sifat- sifat alkohol
2. Dapat mengetahui jenis- jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk melihat senyawa- senyawa alkohol
3. Dapat mengetahui dalam mendeteksi setiap pegujian pada reaksi alkohol
IV Landasan
Teori
Dalam reaksi pada alcohol itu terjadi beberapa reaksi diantaranya itu adalah
reaksi eliminasi, reaksi oksidasi, reaksi substitusi dan juga reaksi
esterifikasi. Dimana pada alcohol itu jika suatu kelarutannya rendah, maka itu
akan semakin panjang rantai hidrokarbonnya. Ada suatu pernyataan pada reaksi alcohol
yaitu jika kelarutannya didalam air maka akan semakin banyak dari gugus
hidroksil (Hart, 1990).
Alcohol itu akan diprediksi pada posisi ataupun keberadaan tempat dari
gugus OH dalam rantai karbon utamanya. Jenis-jenis dari alcohol diperoleh
antara lain itu adalah alcohol primer, alcohol sekunder dan juga alcohol tersier.
Dimana setiap jenis alcohol itu didapatkan terdapat perbedaan setiap
masing-masingnya (Kartika, 2004)
Pada alcohol primer dan sekunder yang kurang reaktif diharuskan memerlukan
ZnCL2 tak bercair atau katalis yang serupa agar dapat bereaksi dengan HCl agar lebih
cepat. Dimana pada dasarnya alcohol akan mudah bereaksi pada HI dan HCl
mendapat hasilnya dari alkil iodida dan juga bromida ( http://alkohol169.blogspot.com/2009/10/alkohol.html.)
Jadi pada asam lemah ini akan tidak berfungsi pada gugus fungsi alcohol tetapi
menjadi suatu basa lemah yang menjadi perannya. Dimana pada gugus itu termasuk
golongan yang mempunyai pasangan electron bebas pada suatu oksigen dan dimana
akan terdeteksi bahwa termasuk dalam basa lewis (Ritmelani, 2013).
Pada alcohol itu akan menjalani proses dari dehidrasi yang dimana pada
bentuknya itu terdefinisi kedalam senyawa takjenuh, disebabkan bahwa alcohol menjadi
sangat mudah dalam bereaksi. Jadi dibutuhkan dalam melihat suatu sifat-sifat alcohol
baik dari sifat fisik dan kimianya. Dimana senyawa alcohol sangat sering
dipakai pada kehidupan sehari-hari kita (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/28/reaksi-alkohol-dan-fenol298/)
V Alat
dan Bahan
5. 1
Alat
·
Gelas ukur
·
Pipet tetes
·
Gelas kimia
·
Tabung reaksi
·
Waterbath
·
Thermometer
·
Penutup
tabung reaksi
·
Stopwatch
5.2 Bahan
·
Reagen lucas
·
2-metil-2-propanol
·
2-butanol
·
N-butanol
·
Alcohol
X
·
KMnO4
·
H2SO4
·
Etanol
·
Asam asetat
glacial
·
Konsentrat
H2SO4
·
Air
suling
VI. PROSEDUR KERJA
7. 1
Uji Lucas
1. Diambil 1 ml 2-metil-2-propanol pada gelas
ukur dan dipindahkan pada tabung reaksi.
2. Dicampurkan 2 ml reagen Lucas ke dalam tabung
reaski tadi.
3. Ditutup dan dikocok. Amati perubahan pada
larutan sampel
4. Diulangi pada sampel
lainnya, yaitu 2-butanol, n-butanol dan alkohol X. Ditutup dan dikocok tabung
reaksi beberapa menit, serta diamati perubahan kekeruhan yang terjadi pada
sampel.
5. Jika tidak terjadi
perubahan kekeruhan, dipanaskan sampel dalam waterbath dengan suhu 70-80°C.
6. Diamati dan dicatat hasilnya
7.2 Oksidasi
1. Diukur 5 ml KMnO4
2. Ditambahkan
masing-masing 3 tetes H2SO4 dan n-butanol.
3. Ditutup tabung reaksi dan dipanaskan dalam
waterbath pada suhu 70-800C selama 5-10 menit.
4. Diulangi untuk
2-butanol, n-butanol dan alkohol X.
5. Diamati dan dicatat hasilnya
7.3
Esterifikasi
1. Dituang 2 ml etanol
ke dalam tabung reaksi.
2. Ditambahkan 1 ml
asam asetat glasial dan 3 tetes konsentrat H2SO4 ke dalam tabung reaksi yang
sama.
3. Ditutup tabung reaksi
dan dipanaskan ke dalam waterbath dengan suhu 60-70°C
4. Diukur 3 ml air
suling dan ditambahkan ke dalam campuran etanol tadi serta dihirup bau uap yang
dikeluarkan. Ketika menghirup bau, jangan langsung dihirup dari tabung reaksi
dengan mendekatkan tabung reaksi pada hidung, tetapi dengan cara mengibaskan
tangan agar aromanya dapat tercium melalui udara tidak secara langsung
5. Dicatat dan diamati hasilnya
Berikut
adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:
Berdasarkan
video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:
1. Mengapa
harus dilakukan perlakuan penghirupan pada pencampuran air suling dan etanol?
2. Bagaimana
memprediksi sebagai penanda yang menandakan bahwa akan terdeteksi reaksi alcohol?
3. Apa
yang membuat reagen lucas dengan reaksi alcohol?

Baiklah saya : Elseria Afriyanti Togatorop, NIM: A1C119071, akan menjawab pertanyaan no Dilakukan penghirupan pada pencampuran air suling dan etanol pada vidio tersebut adalah berfungsi untuk mengetahui bau atau wangi yang dihasilkan dari percobaan esterifikasi, dimana percobaan dengan esterifikasi akan menimbulkan bau atau wangi yang harum.
BalasHapusBaiklah, Perkenalkan.
BalasHapusNama : Gustina Romarti Fajrin
Nim. : A1C119053
Akan menjawab pertanyaan sonu yang nomor 3.
Jadi, Reagen lucas itu terbuat dari senyawa seng(II) klorida dan asam klorida (HCl). Reagen ini akan bereaksi dengan senyawa alkohol mengahasilkan senyawa kloroetana yang dilihat dari kekeruhan yang terjadi. Perbedaa kecepatan reaksi menjadi variabel yang menentukan jenis senyawa alkohol . Dimana kecepatan bereaksi alkohol tersier>sekunder>primer dalam suhu ruangan
baiklah saya Putri Mayang Sari A1C119056 akan menjawab pertanyaan no.2
BalasHapusuntuk setiap kali mengidentifikasi senyawa dapat kita simpulkan terjadi reaksi jika dengan menggunakan reagent tertentu hasil reaksi akan terdapat perubahan baik itu warna bau suhu bentuk dan lain sebagainya. nah terkhususnya dalam hal ini untuk senyawa alkohol dapat dengan menggunakan berbagai uji dan reaksi yang intinya hasil akhir dari reaksi untuk uji kualitatif itu nantinya akan membuat sebuah perubahan pada sampel yang menandakan terjadinya reaksi.