LAPORAN PERCOBAAN 7 (Reaksi - Reaksi Keton).

 

LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN VII

REAKSI - REAKSI KETON


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

VI. Data Pengamatan :

 

No.

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dimasukkan kaliium iodida dan spin kedalam gelas kimia serta di letakkan di atas hot plate serta di putar alatnya. Kemudian perlahan lahan masukkan 10 ml air suling kedalamnya.

Alat

- TabungReaksi

Untuk menarok aseton

- Spatula untuk mengambil kaliumiodida

- Suntik Penganti pipet tetes

Pengambilan aseton

- Gelas ukur

Sebagai tempat jalannya reaksi

- Gelas arloji

Sebagai wadah kalium iodida

- Pengaduk Magenetis

Sebagai pengaduk reaksi

-Hot Plate

Tempat pengadukan serta pemanasan

Bahan

- Aseton

Bahan yang diuji

- Air suling

Untuk melarutkan kaliumiodida

- ReagenKaliumIodida

Untuk mempercepat reaksi

- Pemutih : sebagai bahan pengganti natrium hidroksida

 

Agar pengadukannya secara merata

 

Larutan berwarna bening.

 

2.

Ditambahkan 4 ml aseton kedalamnya dan ditambahkan pemutih dan diaduk terus hingga 3-4 menit

Untuk memastikan bahwa semua reaktan bereaksi dengan benar setelah pengadukan

Larutan dari berwarna bening kecoklat dan lama kelamaan larutan berwarna kuning pucat

 

 

3.

Didiamkan semalaman

Agar endapan dapat terendap secara sempurna

Terdapat endapan berwarna kuning

 

4.

Disaring

Untuk menyaring endapan

 

Terdapat Kristal berwarna kuning seberat  500  mg

 

 

VII. Pembahasan

Iodoform merupakan salah satu haloform yang terbentuk kristal berwarna

kuning, dan sedikit larut dalam air. Secara umum haloform dibuat dari suatu senyawa metil keton / metil aldehida atau dari senyawa yang bila teroksidasi menghasilkan senyawa tersebut. Metil keton menghasilkan endapan kuning iodoform jika direaksikan dengan iodine dalam larutan NaOH. 

 

R-C-CH3+ 3 I2+ 4NaOH    ----   R-C-ONa  +   3 NaI  +  3  H2O + CHI3

 Metil keton                                                            Iodoform kuning

 

Jadi dalam pembahasan percobaan ini bahwa telah diasumsikan jika pereaksi yang kita gunakan adalah reagen kalium iodida dan pemutih yang bertindak sebagai pengganti NaOH. Tahap pertama melibatkan substitusi ketiga atom hidrogen dalam gugus metil dengan atom-atom iodin. Keberadaan ion-ion hidroksida cukup penting untuk berlangsungnya reaksi  ion-ion ini terlibat dalam mekanisme reaksi. Pada tahap kedua, ikatan antara C I3 dan ikatan lainnya pada molekul terputus menghasilkan triiodometana (iodoform) dan garam dari sebuah asam. Dimana itu keton adalah yang dihubungkan dengan lebih dari satu karbon lain pada senyawa organic pada karbon-karbonilnya.

Percobaan tes iodoform, dimana reaksi iodoform adalah suatu reaksi yang spesifik terhadap senyawa yang mengandung gugus metil keton. Gugus metil dari suatu metil keton diiodinasi dalam suasana basa sampai terbentuk Iodoform padat berwarna kuning. Terdeteksi bahwa gugus metil pada keton itu dalam percobaan ini adalah aseton yang akan direaksikan dengan iodium suasana basa menghasilkan Iodoform. Dan selanjutnya dilakukan proses rekristalisasi. Jadi dalam perlakuan uji haloform ini dibuat suatu tahap pengenceran pada aseton dalam air, dikarenakan bahan aseton itu dideteksi mudah menguap sehingga harus bergabung dengan air. Fungsi penambahan air itu untuk dapat mencegah penguapan aseton. NaOCl berfungsi sebagai suasana basa. Dalam percobaan ini, setelah iodoform habis bereaksi harus segera ditambahkan sejumlah air karena bila iodoform telah habis bereaksi berarti sudah terbentuk kristal iodoform. Tujuan penambahan air sesegera mungkin adalah untuk menyempurnakan reaksi agar kristal yang dihasilkan bagus. Adapun yang diperhatikan dalam percobaan ini supaya percobaannya sempurna itu harus diperhatikan suatu penambahan dari NaOCl yang berperan sebagai bahan pemutih dalam percobaan ini dimana memperhatikan takaran dalam mencampurkan yang terlalu sedikit dan berlebih agar tidak terjadinya kegagalan. Penambahan NaOCl harus tepat karena jika terlalu sedikit, suasananya menjadi kurang basa dan akibatnya kristal yang terbentuk sedikit. Sedangkan jika terlalu banyak atau berlebih iodoform dapat larut dalam NaOCl.

Karena tahap selanjutnya itu adalah rekritalisasi yaitu dengan cara rekristalisasi dengan memanaskan pelarut tertentu yang sesuai (dalam hal ini alkohol panas). Alkohol ± 50 ml dipanaskan di atas hot plate dengan diberi corong yang sudah disumbat dengan kertas saring. Dimasukkan kristal iodoform yang sudah disaring tersebutke dalam erlenmeyer, yang kemudian dilarutkan ke dalam alkohol panas. Jika alkohol ditambahkan berlebih maka kristal iodoform yang larut saat panas nantinya akan sulit mengendap atau mengkristal kembali. Jadi uji haloform pada reaksi keton ini akan ditandai positif jika terbentuk endapan berwarna kuning yang menandakan pada uji ini hanya untuk metil keton saja atau juga gugus CH(OH)-CH3 karena mudah dioksidasi, dan iodium sebagai oksidator yang akan menghasilkan iodoform yang memiliki bau yang khas, berwarna kuning dan berbentuk kristal. Dimana dengan menggunakan kalum iodida dan pemutih yang menyebabkan gugus metil dan keton diionisasikan sampai membentuk iodoform CHCl2. Reaksi ini positif yang dimana menunjukkan adanya endapan kuning terang iodoform dan karbon yang bau khas.

VIII. Pertanyaan pascapraktek
1.   Apa yang menandakan jika ditambhakan aseton berubah menjadi kecoklatan kelamaan menjadi kuning, mengapa tidak langsung berubah dari bening  menjadi warna kuning?
2.      Apakah yang terjadi pada reaksi keton dalam reaksi pemanasan pada uji halofrom?
3.      Mengapa setelah proses pendiaman semalaman terbentuk endapan?

IX. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu:
1.      Cara kerja uji haloform pada reaksi keton itu dimana dilakukan perlakukan dengan mereaksikan metil keton pada hot plate dan mesin pengaduk yang akan menjadi hasil endapan berwarna kuning yang dimana menandakan iodoform kuning. Dari cara kerja uji haloform ini dapat mendeteksi dari reaksi senyawa aseton bereaksi dengan senyawa basa dan kalium iodida.
2.      Reaksi haloform menggunakan iodium iodida dan natrium hidroksida, dimana untuk pengujian gugus metil dari suatu metil keton diiodinasi sampai terbentuk iodoform.

 

XI. Daftar pustaka

Achmadi, Suminar. 1989. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi keempat_Jilid 3. Jakarta : Erlangga.

Fessenden & Fessenden.1992. Kimia Organik Edisi III. Erlangga : Jakarta.

Fzahra. 2015. Laporan Praktikum Kimia Organik Aldehid. (https://fzahra97.blogspot.com/2015/05/laporan-praktikum-kimia-organik-aldehid.html).

Syamsurizal, 2019. Reaksi-Reaksi Aldehid dan Keton. (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/20/reaksi-reaksi-aldehid-dan-keton198/ )



Komentar

  1. baiklah saya Sindi Permata Sari dengan NIM A1C119064 Ingin menjawab pertanyaan Soni no 3, Fungsi dilakukan pengendapan selama semalam adalah agar endapan tersebut dapat terendap secara sempurna, sehingga kita dapat memperoleh endapan Kristal berwarna kuning yang sesuai

    BalasHapus
  2. Baiklah saya febby Rahmadayani ( A1C119052) akan menjawab pertanyaan soni no 2

    Berdasarkan video yang di amati menggunakan uji Iodoform merupakan salah satu haloform yang terbentuk kristal berwarna

    kuning, dan sedikit larut dalam air. Secara umum haloform dibuat dari suatu senyawa metil keton / metil aldehida atau dari senyawa yang bila teroksidasi menghasilkan senyawa tersebut. Metil keton menghasilkan endapan kuning iodoform jika direaksikan dengan iodine dalam larutan NaOH.

    BalasHapus
  3. baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095
    Akan menjawab permasalahan no 1
    karena dengan adanya penambahan aseton kedalamnya dan menambahkan pemutih dan diaduk terus hingga 3-4 menit yang menandakan berubah menjadi kecoklatan kelamaan menjadi kuning,
    selain itu Aseton adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 5. (REAKSI-REAKSI HIDROKARBON).

Jurnal Percobaan 10 (Pembuatan Sikloheksanon)

Jurnal percobaan 2. (Penentuan Kelas Kelarutan)