LAPORAN PERCOBAAN 8. (Reaksi - Reaksi Alkohol)
LAPORAN
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN VIII
REAKSI - REAKSI ALKOHOL
SONI FITRI BR NABABAN
(NIM : A1C119097)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
a.
Uji Lucas
|
NO |
Perlakuan |
Fungsi Alat
dan Bahan |
Tujuan |
Hasil
Pengamatan |
|
1 |
Diambil 1 ml 2-metil-2-propanol pada gelas ukur dan
dipindahkan pada tabung reaksi. |
Alat : 1. Gelas ukur
berfungsi untuk mengukur sampel alkohol dan reagen dengan tepat 2. Pipet
tetes berfungsi untuk mengambil sampel alkohol dan reagen dalam ukuran kecil
dengan hati-hati 3. Gelas
kimia berfungsi untuk menampung sampel alkohol dan reagen 4. Tabung
reaksi berfungsi sebagai tempat mereaksikan sampel alkohol dan reagen
sehingga dapat mengamati perubahan pada sampel 5. Waterbath
berfungsi untuk memanaskan sampel 6. Termometer
berfungsi untuk mengukur suhu pemanasan 7. Penutup
tabung reaksi berfungsi untuk menutup tabung reaksi agar pada proses
pengocokan tidak ada sampel yang tumpah dan pengocokan berjalan sempurna 8. Stopwatch
berfungsi untuk mengukur waktu Bahan : 1. Reagen
Lucas berfungsi sebagai pereaksi alkohol sehingga dapat diketahui golongan
dari sampel alkohol tersebut 2. 2-metil-2-propanol
berfungsi sebagai sampel alkohol tersier 3. 2-butanol
berfungsi sebagai sampel alkohol sekunder 4. n-butanol berfungsi
sebagai sampel alkohol primer 5. Alkohol X
berfungsi sebagai sampel alkohol |
Dimasukkan
ke dalam gelas ukur untuk memastikan volume sampel alkohol tersebut tepat
sehinggga dapat dipindahkan ke tabung reaksi untuk direaksikan dengan reagen
Lucas dan diamati perubahan yang terjadi pada sampel alkohol |
Larutan berwarna bening |
|
2 |
Dicampurkan 2 ml reagen Lucas ke dalam tabung reaski tadi. |
Untuk
mengetahui golongan dari sampel
alkohol yang digunakan |
Reagen Lucas yang berwarna
kuning ketika ditambahkan ke larutan 2-metil-2-propanol larutan menjadi
sedikit keruh |
|
|
3 |
Ditutup dan dikocok. Amati perubahan pada larutan sampel |
Agar
larutan dapat bereaksi dengan sempurna |
Larutan berubah warna dari
bening menjadi keruh seutuhnya setelah dikocok beberapa saat. |
|
|
4 |
Diulangi pada sampel lainnya, yaitu 2-butanol, n-butanol
dan alkohol X. Ditutup dan dikocok tabung reaksi beberapa menit, serta
diamati perubahan kekeruhan yang terjadi pada sampel. |
Untuk
mengetahui jenis penggolongan dari sampel alkohol yang digunakan |
Ketika 2-butanol
direaksikan, setelah beberapa menit dikocok larutan tetap berwarna bening
sedikit sekali keruh bila dibandingkan dengan 2-metil-2-propanol. |
|
|
5 |
Jika tidak terjadi perubahan kekeruhan, dipanaskan sampel
dalam waterbath dengan suhu 70-800C. |
Untuk
mempercepat proses reaksi antara sampel dan reagen |
Hasil yang diperoleh tabung
reaksi A (2-metil-2-propanol) larutan segera keruh ketika direaksikan dengan
reagen Lucas, tabung reaksi B (2-butanol) kekeruhan terbentuk setelah 5-10
menit, tabung reaksi C (n-butanol) kekeruhan tidak terbentuk setelah 10
menit, tabung reaksi D (alkohol X) kekeruhan terbentuk setelah 7 menit. |
b. Oksidasi
NO |
Perlakuan |
Fungsi Alat
dan Bahan |
Tujuan |
Hasil
Pengamatan |
|
1 |
Diukur 5 ml KMnO4. |
Alat
: 1. Gelas ukur
berfungsi untuk mengukur sampel alkohol dan reagen dengan tepat 2. Pipet
tetes berfungsi untuk mengambil sampel alkohol dan reagen dalam ukuran kecil
dengan hati-hati 3. Gelas
kimia berfungsi untuk menampung sampel alkohol dan reagen 4. Tabung
reaksi berfungsi sebagai tempat mereaksikan sampel alkohol dan reagen
sehingga dapat mengamati perubahan pada sampel 5. Waterbath
berfungsi untuk memanaskan sampel 6. Termometer
berfungsi untuk mengukur suhu pemanasan 7. Penutup
tabung reaksi berfungsi untuk menutup tabung reaksi agar pada proses
pengocokan tidak ada sampel yang tumpah dan pengocokan berjalan sempurna 8. Stopwatch
berfungsi untuk mengukur waktu Bahan
: 1.
KMnO4 sebagai reagen dan pelarut yang
mengoksidasi sampel alkohol 2.
H2SO4 berfungsi sebagai
reagen dan pelarut 3.
2-metil-2-propanol berfungsi sebagai sampel
alkohol tersier 4.
2-butanol berfungsi sebagai sampel alkohol
sekunder 5.
n-butanol berfungsi sebagai sampel alkohol
primer 6. Alkohol X
berfungsi sebagai sampel alkohol |
Untuk
memastikan volume KMnO4 dengan tepat sebagai reagen dan pelarut |
Larutan berwarna ungu pekat |
|
2 |
Ditambahkan masing-masing 3 tetes H2SO4
dan n-butanol. |
H2SO4
bertujuan sebagai reagen dan pelarut serta n-butanol sebagai sampel alkohol |
Larutan tetap berwarna ungu pekat |
|
|
3 |
Ditutup tabung reaksi dan dipanaskan dalam waterbath pada
suhu 70-800C selama 5-10 menit. |
Agar
larutan dapat bereaksi dengan sempurna |
Larutan ungu berubah menjadi tak berwarna seperti sedikit
coklat dengan endapan coklat. |
|
|
4 |
Diulangi untuk 2-butanol, n-butanol dan alkohol X. |
Untuk
mengetahui reaksi sampel alkohol lainnya dengan reagen KMnO4 dan H2SO4 |
Hasil yang diperoleh tabung
reaksi A (2-metil-2-propanol) larutan ungu berubah menjadi tak berwarna
dengan endapan cokelat, tabung reaksi B (2-butanol) larutan ungu berubah
menjadi tak berwarna dengan endapan cokelat, tabung reaksi C (n-butanol)
larutan ungu tetap tidak berubah warna, tabung reaksi D (alkohol X) larutan
ungu berubah menjadi tak berwarna dengan endapan cokelat. |
c. Esterifikasi
NO |
Perlakuan |
Fungsi Alat
dan Bahan |
Tujuan |
Hasil
Pengamatan |
|
1 |
Dituang 2 ml etanol ke dalam tabung reaksi. |
Alat
: 1. Gelas ukur
berfungsi untuk mengukur sampel alkohol dan reagen dengan tepat 2. Pipet
tetes berfungsi untuk mengambil sampel alkohol dan reagen dalam ukuran kecil
dengan hati-hati 3. Gelas
kimia berfungsi untuk menampung sampel alkohol dan reagen 4. Tabung
reaksi berfungsi sebagai tempat mereaksikan sampel alkohol dan reagen
sehingga dapat mengamati perubahan pada sampel 5. Waterbath
berfungsi untuk memanaskan sampel 6. Termometer
berfungsi untuk mengukur suhu pemanasan 7. Penutup
tabung reaksi berfungsi untuk menutup tabung reaksi agar pada proses
pengocokan tidak ada sampel yang tumpah dan pengocokan berjalan sempurna 8. Stopwatch
berfungsi untuk mengukur waktu Bahan : 1. Etanol berfungsi
sebagai sampel alkohol 2. Asam
asetat glasial 3. Konsentrat
H2SO4 4. Air suling
berfungsi sebagai pelarut |
Sebagai
sampel alkohol yang akan megalami reaksi esterifikasi |
Larutan berwarna bening |
|
2 |
Ditambahkan 1 ml asam asetat glasial dan 3 tetes konsentrat
H2SO4 ke dalam tabung reaksi yang sama. |
Sebagai
reagen dalam proses esterifikasi etaol |
Larutan berwarna bening |
|
|
3 |
Ditutup tabung reaksi dan
dipanaskan ke dalam waterbath dengan suhu 60-700C |
Agar
larutan dapat bereaksi dengan sempurna |
Larutan
berwarna bening |
|
|
4 |
Diukur 3 ml air suling dan ditambahkan ke dalam campuran
etanol tadi serta dihirup bau uap yang dikeluarkan. Ketika menghirup bau,
jangan langsung dihirup dari tabung reaksi dengan mendekatkan tabung reaksi
pada hidung, tetapi dengan cara mengibaskan tangan agar aromanya dapat
tercium melalui udara tidak secara langsung. |
Sebagai
pelarut dalam proses reaksi esterifikasi etanol |
Hasilnya uap berbau harum. |
VII. Pembahasan
Dalam
mengidentifikasi suatu reaksi alcohol itu akan dilihat dari kecepatan waktu
mengalami berubah ataupun membentuk suatu reaksi. Dimana suatu kepolarannya itu
akan menentukan. Jenis senyawanya itu akan menentukan pada setiap ujia dari
raksi alcohol ini. Dalam percobaan ini dilakukan 3 test dalam melihat suatu
reaksi alcohol yaitu uji lucas, oksidasi dan juga esterifikasi.
a.
Uji lucas
Dalam percobaan uji lucas itu akan
digunakan reagen lucas, dimana percobaan ini akan mengarah untuk melihat
perbedaan dari alcohol primer, sekunder dan juga alcohol tersier. Jadi disini
ada ketentuan, karena pereaksi ini mengalami mudah menguap maka dari itu harus cepat-cepat
dilakukan pencampuran agar memperoleh hasil yang maksimal. Jadi hasil dari uji
lucas ini adalah diperoleh tabung reaksi A (2-metil-2-propanol) larutan segera
keruh ketika direaksikan dengan reagen Lucas, tabung reaksi B (2-butanol)
kekeruhan terbentuk setelah 5-10 menit, tabung reaksi C (n-butanol) kekeruhan
tidak terbentuk setelah 10 menit, tabung reaksi D (alkohol X) kekeruhan
terbentuk setelah 7 menit.
Pada uji lucas ini penyebabnya dari
menambahkan suatu pereaksi lucas dengan suatu alcohol yang tidak diketahui. Pada
alcohol tersier ini dilakukan bereaksi dengan cepat, sudah mengalami kekeruhan.
Namun pada alcohol primer ini tidak terbentuk suatu kekeruhan yang menandakan adanya
kesalahan pada praktikum, sehingga membuat hasil yang tidak sesuai atau yang
tidak diharapkan. Dari varibel waktunya itu menentukan identifikasi dari suatu alcohol
tersebut yang berbeda-beda. Dalam percobaan alkohol primer, sekunder dan
tersier dengan pereaksi lucas dapat di peroleh hasil pada alkohol
primer(etanol) dan alkohol sekunder(2 propanol) tidak larut dalam pereaksi
lucas.Hal ini sesuai teori bahwa alkohol akan berikatan dengan pereaksi dan
akan melepaskan gugus hidroksilnya, kemudian gugus hidroksil akan menjadi H2O.
b.
Oksidasi
Pada percobaan reaksi alcohol dilakukan
dalam mengidentifikasi alcohol itu dengan melakukan suatu reaksi oksidasi. Dimana
pada percobaan menggunakan suatu bahan alcohol primer, sekunder dan tersier. Dimana
dalam tabung reaksi itu dengan dicampurkan KMnO4 maka terjadi akan mengalami perubahan
warna atau warna tetap . Hasil yang diperoleh tabung reaksi A
(2-metil-2-propanol) larutan ungu berubah menjadi tak berwarna dengan endapan
cokelat, tabung reaksi B (2-butanol) larutan ungu berubah menjadi tak berwarna
dengan endapan cokelat, tabung reaksi C (n-butanol) larutan ungu tetap tidak
berubah warna, tabung reaksi D (alkohol X) larutan ungu berubah menjadi tak
berwarna dengan endapan cokelat. Didalam video tidak dikasih tau dengan
perubahan bau yang muncul, hanya dikasih tunjuk dengan adanya perubahan warna. Dengan
reagen KMnO4 dan H2SO4 kita dapat mengamati reaksi oksidasi di mana pada video
yang diamati adalah adanya perubahan warna larutan sampel dari ungu pekat
menjadi tak berwarna dengan endapan coklat di dasar tabung reaksi.
c.
Esterifikasi
Dengan reagen asam asetat glasial dan
konsentrat H2SO4 kita dapat mengamati reaksi
esterifikasi pada alkohol dengan mengamati aroma yang dihasilkan pada
sampel alkohol. Ketika sampel alkohol mengalami reaksi esterifikasi akan menghasilkan
bau khas yang harum. Ketika menghirup bau, jangan langsung dihirup dari tabung
reaksi dengan mendekatkan tabung reaksi pada hidung, tetapi dengan cara
mengibaskan tangan agar aromanya dapat tercium melalui udara tidak secara
langsung.Percobaan kedua yaitu mengenai reaksi esterifikasi yang masih
melibatkan senyawa-senyawa alkohol yang digunakan. Pada percobaan reaksi esterifikasi ini
dilakukan proses pemanasan didalamnya. Proses pemanasan ini bertujuan untuk
menyempurnakan reaksi yakni dengan mendidihkan campuran, lalu mengkondensasi
uap dengan pendingin air.
VIII. Pertanyaan pascapraktek
1.
Apa yang menyebabkan terjadinya ada
yang mengalami perubahan dengan waktu yang cepat ada yang membutuhkan lama
untuk melihat perubahan yang terjadi?
2.
Mengapa tidak terjadi perubahan warna maka
dilakukan pemanasan?
3.
Bagaimana keterkaitan hasil bau yang
didapat dengan reaksi alcohol pada esterifikasi?
IX. Kesimpulan
Adapun kesimpulan
dari percobaan ini yaitu:
1.
Dari percobaan dilakukan maka
diketahui dari sifat-sifat alcohol, dimana ada alkhol primer, sekunder dan juga
alcohol tersier. Dimana alcohol tersier pada percobaan uji lucas bahwa reagen
lucas mudah cepat mengalami perubahan terjadinya endapan, pada alcohol sekunder
itu juga hanya rentang waktu terjadinya perubahan sedangkan alcohol primer
perlu mengalami butuh waktu lama untuk melihat perubahan hasilyang terjadi. Dimana
itu penyebabnya karena kepolaran pada reagen lucas. Begitu pada oksidasi pada alcohol
dan juga pada esterifikasi yang akan terdapat bau.
2.
Dari percobaan ini maka setiap reaksi alcohol
itu berbeda-beda dari jenis suatu alcohol itu sendiri dan juga tergantung pada
bahan yang ada.
3.
Setiap pengujian itu mengalami perubahan hasil
yang berbeda, dimana pada uji lucas itu akan terjadi perubahan warna, oksidasi juga
mengalami ditandai dengan perubahan warna. Namun pada esterifikasi itu
terdeteksi terjadinya ditandai dengan keluarnya aroma bau dari percobaan alcohol.
XI. Daftar pustaka
Ber/ry. Alkohol. 2009. http://alkohol169.blogspot.com/2009/10/alkohol.html.
Diakses pada tanggal 10 April 2021, pukul 19:00.
Kartika,2004. Kimia Anorganik. USU Press: Medan
Mardzuki,1990. Kimia Organik Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Ritmelani. 2013. Reaksi Antara
Gliserol dan o-Metoksi Fenol dalam Suasana Basa dan Asam Sebagai Upaya
Pendahuluan Pemanfaatan Gliserol dari Produk Sampling Produksi Biodiesel untuk
Pembuatan Obat Batuk Gliseril. Indonesian
E-Journal Of Applied Chemistry Vol 1 No.2 : ISSN 2302-7224
Syamsurizal. 2019. Reaksi-Reaksi Alkohol dan Fenol. (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/28/reaksi-alkohol-dan-fenol298/.
Diakses pada tanggal 10 April 2021, pukul 19:15.

Perkenalkan nama saya Gustina Romarti Fajrin (A1C119053) akan menjawab pertanyaan nomor.2
BalasHapusTujuan dilakukan nya pemanasan adalah untuk menurunkan energi aktivasi yang tinggi disebabkan ketikstabilan karbokation primer. Jadi dengan pemanasan dapat menyebabkan zat yetseby dapat bereaksi dan menimbulkan endapan putih
Perkenalkan nama saya Elseria Afriyanti Togatorop (A1C119071) akan menjawab pertanyaan nomor 3
BalasHapusketerkaitan hasil bau yang didapat dengan reaksi alcohol pada esterifikasi yaitu dengan reagen asam asetat glasial dan konsentrat H2SO4 kita dapat mengamati reaksi esterifikasi pada alkohol dengan mengamati aroma yang dihasilkan pada sampel alkohol. Ketika sampel alkohol mengalami reaksi esterifikasi akan menghasilkan bau khas yang harum dimana pada percobaan ini yaitu mengenai reaksi esterifikasi akan melibatkan senyawa-senyawa alkohol yang digunakan
perkenalkan saya Putri Mayang Sari A1C119056 akan menjawab soal no.1 yang menyebabkan perbedaan waktu dari hasil reaksi uji lucas pada jenis jenis senyawa alkohol itu dikarenakan alkohol akan berikatan dengan pereaksi dan akan melepaskan gugus hidroksilnya, kemudian gugus hidroksil akan menjadi H2O. sehingga apabila direaksi kan dengan gugus alkohol tersier akan langsung terjadi reaksi.
BalasHapus