Jurnal Percobaan 12 (Pemisahan Kromatografi Kolom)

 JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK I







DISUSUN OLEH :
SONI FITRI BR NABABAN
(A1C119097)





NAMA DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

                                                                                        

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

PERCOBAAN 12

I  Judul                       : Pemisahan Kromatografi Kolom

II  Hari, Tanggal       : Senin, 10 Mei  2021

III  Tujuan                 : Adapun tujuan pada percobaan ini yaitu:

1.   Untuk mengetahui tehnik-tehnik dasar kromatografi kolom

2.   Untuk mengetahui prinsip dasar kromatografi kolom

 

IV  Landasan Teori

Pemisahan kromatografi kolom pada perconbaan ini denan perlauan pada suatu alat yang berbentuk kolom dengan diisi pada fase stasionernya dan juga dengan cairan sebagai pereaksinya. Dalam mengisi kolomnya itu aka nada sebuah substrak dan juga larutannya maka partikelnya itu akan mengendap (Hayani, 2007).

Pada pemisahan kolom ini identik dengan cairan dan padat dimana dengan menggunakan alat dinamakan kolom. Pemisahan kromatografi kolom ini aka nada berdasarkan pada adsorpsi dengan komponen-komponen pada campuran dengan suatu afinitas yang berbeda-beda pula dengan suatu permukaan fasa diamnya.  Pemisahan kromatografi kolom ini dengan substrat dengan sebagai fasa diam yang bertindak tidak larut pada fasa cair. Kemudian fasa geraknya itu merupakan tindakan dari cairan  ataupun pelarut yang mengalir dengan membawa komponen-komponen campuran pada sepanjang kolom (Underwood, 2002).

            Adapun aturan yang harus didapatkan dalam membuat hasil yang sempurna itu harus memperhatikan hal utama yaitu kapasitas yang harus menyeuaikan dimana bertujuan untuk menerima sampel-sampel dengan tanpa melampaui fasa diamnnya tersebut. Dimana dengan panjang kolomnya itu harus sekurang-kurangnya sepuluh kali ukuran pada diamternya. Jadi  setelah dicampurkan, maka keran kolom itu dibuka, yang terjadi dimana aliran cairan permukaan turun kedalam sebuah gelas beker dengan menetes jatuh (Alimin, 2007).

Pemisahan kromatografi kolom ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam memisahkan satu campuran dikarenakan permukaan cairan yang menetes fasa geraknya akan dipengaruhi pada gaya gravitasi bumi. Maka jika dimana ukuran diameter dari partikelnya diperkecil agar dimana luas dari permukaan fasa diamnya bertambah menimbulkan fasa geraknya tidak mengalir ataupun lambat (Hendayana, 2006).

Suatu pemisahan akan dapat pengaruh pada ditribusi sampel dengan fase cair diam dan fase cair bergeraknya dengan dimana aka nada batasan pada pencampuran. Apabila pada zat terlarutnya disatukan dikocok maka zat terlarut itu menjadi terdistribusi pada antara kedua fasenya (Hendayana, 2006).

 

V  Alat dan Bahan

5. 1 Alat
·         Coronggelas
·         Kolom
·         Botol vial

5.2 Bahan
·         Eluen
·         Sampel
·         silica kasar
·         Kapas

VI. PROSEDUR KERJA
      1.            Diimpregnai sampel pada silica kasar ( massa silica kasar= 2x berat sampel )
      2.            Dimasukkan kapas kedalam kolom
      3.            Di masukkan eluen kedalam kolom
      4.            Dicampurkan eluen dengan silica kasar hingga membentuk slurry ( Massa silica kasar = 38x berat sampel )
      5.            Di masukkan slurry kedalam kolom
      6.            Di masukkan sampel yang sudah diimpgrasi
      7.            Di masukkan eluen kedalam kolom
      8.            Dicatat dan diamati hasilnya.

Berikut adalah link video sebagai referensi terkait percobaan ini:

https://youtu.be/a_TLDsufUOU

Berdasarkan video tersebut timbul 3 pertanyaan, diantaranya sebagai berikut:

1.      Apakah tujuan dimasukkannya kapas kedalam kolom tersebut?

2.      Bagaimana dikatakan pemisahan sempurna kromatografi kolom ini ?

3.      Mengapa sampel itu harus diimpregnaikan ?



Komentar

  1. Baiklah saya febby Rahmadayani ( A1C119052 ) akan menjawab pertanyaan soni no 1

    Fungsi kapas adalah untuk menyumbat kromatografi kolom. Selain itu agar simplisia dapat tersaring dengan baik.

    BalasHapus

  2. Baiklah saya Rara Akda Septian dengan Nim A1C119095 akan menjawab permasalahan no 3.
    Karena sampel merupakan faktor penting , karena sangat berpengaruh terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan. Kesalahan-kesalahan dalam penentuan sampel harus diminimalkan untuk menghasilkan sampel yang tingkat akurasi, validitas dan reliabilitasnya tinggi.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaan no 2
    dikatakan pemisahan kromatografi sempurna apabila percobaan tersebut telah sesuai dengan prinsipnya yang mana prinsip dari kromatografi kolom ini yaitu memisahkan suatu zat berdasarkan atas distribusi sampel di antara dua fasa yaitu fasa gerak dan fasa diam.

    BalasHapus

Posting Komentar