LAPORAN PERCOBAAN 10. Pembuatan Sikloheksanon.

LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN X

PEMBUATAN SIKLOHEKSANON


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

VI. Data Pengamatan :

No

Perlakuan

Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil Pengamatan

1.       

Ditimbang sikloheksanol dan kemudian dimasukkan es batu  dan dimasukkan asam sulfat

Tabung Reaksi: Wadah dalam mencampurkan/mereaksikan larutan/bahan.

Gelas kimia :wadah menampung es batu

Gelas ukur: Mengukur jumlah banyaknya larutan yang ingin mau digunakan

Timbangan : Menimbang berat bahan yang ingin digunakan

Thermometer : mengukur suhu pada larutan

Pipet tetes : memindahkan larutan ke wadah lain.

Batang pengaduk: untuk mengaduk mencampurkan

Sikloheksanol : Untuk membuat reagen pada pembuatan sikloheksanon

Es batu : Untuk menaikkan temperature

Asam Sulfat : Untuk mencampurkan pada reagen dalam membuat sikloheksanon

Natrium Dikromat : Untuk mencampurkan dalam membuat sikloheksanon

Aquades: untuk mencampurkan dari radium kromat

Asam oksalat: untuk memicu terjadinya gelembung

Alat destilasi: untuk memisahkan larutan menjadi beberapa komponen.

Corong penyaring  : sebagai alat untuk mempermudah perpindahan dalam penyaringan zat,

kertas saring : sebagai kertas untuk menyaring larutan dari senyawa pengotor yang dapat mengganggunya, dan labu dasar bulat: sebagai tempat untuk larutan.

Konektor: berfungsi menghubungkan suatu rangkaian dari destilasi penjepeit agar labu dasar bulatnya tetap pada tempatnya dan tidak bergeser,

karet gelang dipasang : agar untuk memastikan konektornya tidak mudah lepas dan

thermometer:  untuk mengukur suhu destilasi selang sebagai tempat keluarnya larutan hasil kondensor,

kondensor:  berfungsi srbagai tabung untuk mendinginkan uap hasil pemanasan menjadi larutan kembali.

nacl: untuk menjenuhkan air dan memisahkan antara air dan sikloheksanon

labu erlenmeyer sebagai tempat untuk meletakkan larutan, natrium sulfat untuk menyerap air yang terdapat dalam sikloheksanon

gelas kimia kecil untuk tempat meletakkan larutan sikloheksanon,

Untuk mengetahui massa yang dipakai dan mencampurkan larutan

Siap direaksikan/dicampukan

2.       

Diguncang diaduk dengan digoyangkan tabung elenmeyer dan dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air es batu lalu dibiarkan

Untuk mengomogenkan dan mereaksikan

Warnanya menjadi putih bening

3.       

Ditimbang 11 gram Natrium dikromat ke dalam gelas kimia, dan ditambahkan air

Kemudian diaduk sampai homogen

Untuk mencampurkan reaksi pada pembuatan sikloheksanon

Hasilnya berubah menjadi warna orange cerah

4.       

Kemudian dicampurkan dengan yang berisi campuran sikloheksanol+es batu+ asam sulfat tadi kemudian ditmasukkan thermometer diaduk terus sambil melihat suhu yang ingin dicapai

Warna berubah menjadi kuning kecoklatan

5.       

Dilakukan penambahan air dan natrium dikromat itu dengan secara perlahan sambil di goyang-goyang tbg rx dengan diaduk dan dilihat temperaturnya pada thermometer

Untuk menaikkan temperaturnya maka ditambahkan es batu sampai mencapai suhu 44°C  sambil dimasukkan kedalam gelas kimia berisi es batu.

Warna  perlahan berubah dari warna kecoklatan cerah, kecoklatan gelap dan akhirnya berubah menjadi kehijauan gelap dan muncul adanya gelembuing pada tabung reaksi

6.       

Dimasukkan 1 gr asam oksalat dan kemudian dilakukan destilasi

Untuk melihat tanda adanya gelembung dan untuk melakukan penyulingan

7.       

Disiapkan alat destilasi dan disiapkan corong penyaring dan kertas saring pada labu dasar bulat dan dimasukkan larutankedalamlabu dasar bulatdan ditambahkan 30 ml air

Untuk memasukkan larutan kedalam labu dasar bulat dengan bantuan kcorong pisah dan kertas saring untuk memisahkan larutan dari zat zatpengotir yang mungkin masih ada

diperoleh larutan berwarna bening

 

8.       

Dipasang konektor pada labu bulat dan dipasangkan kepenjepit lalu dipasang kondensor dan karet gelang kemudian dipasangkan termometer dan dipadatkan dipasangkan selang pada kondensor

Untuk merangkai alat destilasi yang siap digunakan

diperoleh rangkaian alat destilasi yang siap digunakan

9.       

dipanaskan sampai pada titik didih sikloheksanonsekitar 161°C

Untuk memanaskan larutan sampai titik didih kan hingga diperoleh komponen yang diinginkan

pada suhu 98°C diperoleh tetesan pertama larutan dari kondensor dan pada suhu 105°C diperolehpada labu bulat produk yang dihasilkan yaitu sikloheksanon dan air

10.   

Disiapkan corong pemisah dan penyangga lalu dirangkai alat tersebut

diperoleh alat corong pisah siap digunakan

11.   

Dimasukkan hasil destilasi dan nacl digoncang

untuk melihat perbedaan larutansikloheksanon dan air

 

 

diperoleh terjadinya penjenuhan pada botol bagian bawahnya yang dimana terdapat kelebihan nacl dan lapisan bawah merupakan lapisan air

12.   

Dimasukkan ke dalam corong pisah dan dilakukan pemisahan secara perlahan

untuk memisahkan larutan sikloheksanon dan air

terlihat bahwa lapisan atasnya bening dan tidak terdapat larutan garam dan diperoleh lapisan bawah yang terdiri dari lapisan air dan garam nacl

13.   

kemudian dimasukkan lapisan atas pada corong pisah berupa sikloheksanonkedalam labu erlenmeyerdimana masih terdapat air beberapa tetes dan dimasukkan natrium sulfat dan didiamkan beberapa menit

agar air pada sikloheksanon benar benar dapat dipisahkan

terdapat gumpalan putih

14.   

Disiapkan neraca timbang analitik dan disiapkan gelas kimia kecil dan diambul larutan dengan pipet tetes

untuk menghitung hasil akhir yang didapatkan untuk sikloheksanon

Diperoleh 4,09 gr sikloheksanon 100%

 

 

VII. Pembahasan

Pada percobaan ini, sikloheksanol dioksidasi menjadi sikloheksanon dengan menggunakan Na2Cr2O7 sebagai oksidator kuat. Proses reaksi penguraiann K2Cr2O7 yaitu:

Na2Cr2O7 + H2O CrO7 2- + 2Na+

Natrium bikromat yang dilarutkan dalam air terurai menjadi ion CrO7 2- dan Na + . Pelarutan Na2Cr2O7 menggunakan air membutuhkan waktu yang lama, ini dikarenakan kelarutan Na2Cr2O7 bergantung pada suhu dan massanya. Pelarutan ini dilakukan sedikit demi sedikit bertujuan untuk melarutkankalium bikromat secara sempurna dan diperoleh larutan berwarna jingga yang merupakan warna dari kalium bikromat itu sendiri. Adapun kelarutan Na2Cr2O7 yaitu Na2Cr2O7 dalam 100 mL air pada suhu . Oleh  karena itu, proses pelarutannya agak lama. Setelah itu, dihasilkan larutan berwarna orange kemudian ditambahkan dengan H2SO4 pekat dan terjadi reaksi eksoterm yang ditandai dengan panasnya larutan dimana hal tersebut menunjukkan adanya pelepasan kalor. Tujuan dari penambahan H2SO4 pekat yaitu sebagai pemberi sifat asam dikarenakan sesuai dengan sifat alkohol yang akan lebih mudah mengalami oksidasi ketika dalam suasana asam dan sebagai katalis untuk mempercepat laju reaksi dimana Na2Cr2O7 sebagai oksidator dapat bereaksi dengan baik yang ditandai dengan naiknya suhu larutan:

CrO7 2- + 14H+ + 6e- 2Cr3+ + 7H2O

Setelah penambahan H2SO4 campuran didinginkan hingga suhunya mencapai 30 , lalu ditambahkan dengan sikloheksanol yang berperan sebagai bahan baku dalam pembuatan sikloheksanon. Pada saat penambahan sikloheksanol, larutan menjadi panas dan menghasilkan larutan berwarna hitam pekat. Hal ini menunjukkan adalah reaksi eksoterm dimana terjadi pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan. Dalam penambahan sikloheksanol, suhunya harus tetap dijaga sekitar 50 -60 . Hal ini dikarenakan apabila suhu kurang 50 makan tidak akan terbentuk sikloheksanon, sedangkan suhunya di atas 60 yang terbentuk adalah ester. Reaksi pembentukan sikloheksanon sebagai berikut:

3C6H11OH + CrO7 2- + 8H+ 3C6H10O + 2Cr3+ + 7H2O

Campuran kemudian didestilasi, dimana destilasi merupakan pemurnian dengan perperbedaan titik didik pada suhu dan tekanan tertentu, Destilasi dilakukan hingga diperoleh 65 mL destilat. Destilat yang diperoleh diperoleh terdapat 2 lapisan, yaitu lapisan atas berupa sikloheksanon dan lapisan bawah berupa air. Sikloheksanon yang diperoleh berwarna kekuningan dan air berwarna keruh. Larutan tersebut kemudian dijenuhlan dengan NaCl yang bertujuan agar sikloheksanon tidak dapat bereaksi dengan lagi dengan senyawasenyawa lain sehingga diperoleh 4,09 gr sikloheksanon 100%. Kemudian larutan dimasukkan ke dalam corong pisah, yaitu untuk memisahkan zat berdasarkan perbedaan massa jenisnya, seperti yang disebutkan sebelumnya. Setelah sikloheksanon dan air dipisahkan, lapisan air diekstraksi dengan ditambahkan petroleum eter yang berfungsi untuk mengikat sikloheksanon karena sifatnya yang semi polar dan sulit bereaksi dengan air sehingga pada percobaan ini petroleum eter cenderung mengikat sikloheksanon.

VIII. Pertanyaan pascapraktek
1.      Mengapa harus mencapai suhu 60 itu terbentuknya eter ?
2.      Bagaimana bisa proses destilat akan menghasilkan eter?
3.      Fungsi penambahan NaCl untuk menjenuhkan, bagaimana NaCl digantikan dengan senyawa yang lain? Senyawa apa jika bisa digantikan?

IX. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu:

1) Proses pembuatan sikloheksanon dapat dilakukan dengan cara oksidasi sikloheksanol dengan zat oksidator berupa natrium kromat.

2) Reaksi reduksi didefinisikan sebagai suatu reaksi yang berlangsung dengan penambahan hidrogen atau melepaskan oksigen, sedangkan reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi yang berlangsung dengan penambahan oksigen atau melepaskan hidrogen. Pada oksidasi alkohol, hidrogen hilang dari karbon yang mengikat gugus –OH dan dari oksigen. Oksidasi melibatkan pemutusan ikatan CO + K2Cr2O7 + H2SO4 H dan O-H secara heterolitik, pembentukan ikatan baru menghasilkan gugus karbonil.

XI. Daftar pustaka

Fessenden, Ralp J dan Fessenden, Joan. 1986. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Golberg, David. 2004. Kimia Untuk Pemula. Jakarta: Erlangga..

Krisbiyantoro, Adi. 2008. Panduan Kimia Praktis SMA. Yogyakarta: Pustaka Widyatama

Setiawan, S. 2015. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Wilbram. 1992.  http://chem.-is-try.com. diakses pada tanggal 27  April 2021.



Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Perkenalkan nama saya:Elseria Afriyanti Togatotorop,NIM :A1C119071
    Akan menjawab pertanyaanj no 2
    Proses destilat bisa menghasilkan eter melalui proses yaitu sikloheksanon akan menguap dan uap tersebut akan melewati kondensor yang mendinginkan uap sikloheksanon sehingga terkondensasi atau berubah wujud dari uap ke cair ,sehingga dapat ditampung dalam labu distilat dan diperoleh sikloheksanon murni dan eter. Dan juga akam diperoleh 2 lapisan pada labu distilat yaitu lapisan atas sikloheksanon dan lapisan bawah adalah air.

    BalasHapus
  3. Baiklah Saya Sindi Permata Sari, dengan NIM A1c119064, Ingin menjawab pertanyaan dari Soni,no 1 , Menurut Saya tujuannya adalah Hal ini menunjukkan adalah reaksi eksoterm dimana terjadi pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan. Dalam penambahan sikloheksanol, suhunya harus tetap dijaga sekitar 50 ℃-60℃ . Hal ini dikarenakan apabila suhu kurang 50 ℃ makan tidak akan terbentuk sikloheksanon, sedangkan suhunya di atas 60 ℃ yang terbentuk adalah ester

    BalasHapus
  4. Perkenalkan nama saya Lela Sastry Br Sormin dengan Nim A1C119086 akan menjawab pertanyaan no 3
    diganti kan H2So4

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 5. (REAKSI-REAKSI HIDROKARBON).

Jurnal Percobaan 10 (Pembuatan Sikloheksanon)

Jurnal percobaan 2. (Penentuan Kelas Kelarutan)