LAPORAN PERCOBAAN 12. Kromatografi Kolom
LAPORAN
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN XII
KROMATOGRAFI KOLOM
SONI FITRI BR NABABAN
(NIM : A1C119097)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VI. Data Pengamatan :
|
Fungsi
Alat Dan Bahan |
Tujuan
Prosedur |
Hasil
|
|
|
Diimpregnai sampel
pada silica kasar ( massa silica kasar= 2x berat sampel ) |
Alat 1.
Corong gelasSebagai alatbantu
untukmemindah / memasukkan larutan ke dalam suatu wadah / tempatyang ukuran kecil 2.
Kolom Kromatografi berfungsi untuk melakukan proses pemisahan dengan
kromatografi kolom 3.
Botol vial berfungsi sebagai penampung cairan atau bubuk, 4.
Pipet Tetes berfungsi untuk meneteskan cairan 5.
Sudip berfungsi untuk mengambil sediaan atau bahan yang telah
dicampur 6.
Gelas Beaker berfungsi sebagaitempat mereaksikan bahan Bahan 1.
eluen berfungsi sebagai pelarut 2.
sampel berfunngsi sebagai senyawa yang akan dipisahkan 3.
silica kasar berfungsi sebagai fasa diam dan adsorben 4.
kapas berfungsi untuk menyumbat sampel pada kolom
|
Agar sampel menjadi halus |
Sampel
menjadi berbentuk bubuk |
|
Dimasukkan kapas ke
dalam kolom
|
Untuk
menyumbat sampel pada kolom |
Kapas
masuk ke dalam kolom dan terletak di ujung |
|
|
Di masukkan eluen ke
dalam kolom |
Sebagai
pelarut dalam sampel |
Eluen
masuk ke dalam kolom setelah kapas |
|
|
Di
campurkan eluen dengan silica kasar hingga membentuk slurry ( Massa silica
kasar = 38x berat sampel ) |
Untuk membentuk suatu slurry |
Eluen
dan silica kasar menjadi warna putih keruh |
|
|
Di masukkan slurry
kedalam kolom |
Untuk
mempercepat proses pemisahan kromatografi kolom |
Slurry
sudah masuk ke dalam kolom |
|
|
Di masukkan sampel
yang sudah diimpregnasi |
Untuk
melakukan pemisahan pada sampel |
Sampel
masuk ke dalam kolom |
|
|
Di masukkan eluen ke
dalam kolom
|
Untuk
membantu sampel dalam melakukan pemisahan pada kolom |
Eluen
di masukkan lagi ke dalam kolom Kromatografi
kolom siap digunakan |
VII. Pembahasan
Percobaan ini dilakukan dengan metode kromatografi kolom, untuk
memisahkan campuran larutan antara kalium permanganat dan larutan kalium
dikromat yang telah dihomogenkan. Fase diam yang digunakan adalah silika gel
sedangkan fase gerak yang digunakan adalah pelarut 1-butanol. Silika gel
digunakan sebagai fase diam karena silika gel memiliki pori-pori dan tidak
mudah bereaksi dengan senyawa-senyawa organik pada kolom. Pelarut 1-butanol
merupakan senyawa organik polar, Dicampurkan larutan KMnO4 dan K2Cr2O7 kedalam
gelas kimia maka dihasilkan larutan berwarna merah darah. Lalu dimasukkan
larutan tersebut kedalam kolom yang sudah berisi silika gel. Sampel tersebut
membutuhkan waktu lama untuk menuruni kolom (proses fraksinasi lama), tetapi
ketika ditambahkan 1-butanol komponen-komponen sampel sangat cepat menuruni
kolom. Hal ini terjadi karena perbedaan kepolaran antara 1-butanol dan sampel
yang dianalisis, dimana 1-butanol lebih polar daripada sampel sehingga
1-butanol mempunyai kemampuan berikatan lebih besar dengan sampel. Ini berarti
sampel harus diserap secara kuat pada silika gel dibandingkan dengan 1-butanol
sehingga 1-butanol lebih dahulu menuruni kolom. Hasil yang diperoleh pada percobaan
ini berupa 3 fraksi. Fraksi pertama merupakan larutan tidak bewarna, kedua
larutan bewarna kuning dan ketiga larutan berwarna ungu.
Hasil percobaan diatas sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa
pemisahan campuran dengan metode kromatografi kolom diperlukan waktu yang cukup
lama, bisa berjam-jam hanya untuk
memisahkan satu campuran (Hendayana, 2006:2-3). Kromatografi kolom terbagi dua,
yaitu kromatografi fasa normal dan kromatografi fasa terbalik, percobaan ini
menggunakan kromatografi fasa terbalik. Kromatografi fasa terbalik yaitu
adsorben yang digunakan bersifat nonpolar, sedangkan eluennya bersifat polar
dan sampel juga bersifat polar. Silika gel yang merupakan adsorben bersifat
nonpolar, sedangkan 1-butanol sebagai eluen dan KMnO4 dan K2Cr2O7 sebagai sampel
bersifat polar. Hal ini sesuai dengan metode yang digunakan pada percobaan ini
kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel yang bersifat nonpolar dan fasa
gerak yaitu toluen 100% dan toluen : etil asetat = 12:0,1 ; 12:0,5 dan 12:0,7 yang bersifat polar. Sehingga pada
kedua percobaan ini menghasilkan beberapa fraksi. Fraksi awal yang akan keluar
merupakan senyawa nonpolar kemudian diikuti dengan senyawa yang bersifat
semipolar dan selanjutnya senyawa bersifat polar.
VIII. Pertanyaan pascapraktek
1.
Kromatografi kolom ada dua jenis, jenis kromatografi
manakah yang lebih efektif mendapat hasil yang sempurna dalam memisahkan
komponen tersebut?
2.
Bagaimana perbandingan untuk memasukkan ketebalan
pada kolom dari fasa diam dan fase gerak?
3.
Bisakah kapas digantikan dengan bahan yang lain? Jika
bisa jelaskan alasannya?
IX. Kesimpulan
Adapun kesimpulan
dari percobaan ini yaitu:
1. Teknik kromatografi kolom berdasarkan
terapan atau adsorpsi jenis fasa yang digunakan, dimana fasa diam berupa
adsorben yang tidak boleh larut dalam fasa gerak dengan menggunakan kolom
dengan penambahan fasa gerak, ditampung, dipisahkan, dan diidentifikasi.
Sedangkan teknik kromatografi lapis tipis berdasarkan cepat rambat suatu noda
dengan lapisan tipis.
2. Prinsip dasar dari kromatografi yaitu
memisahkan suatu zat berdasarkan atas distribusi sampel di antara dua fasa
yaitu fasa gerak dan fasa diam.
XI. Daftar pustaka
Alimin, 2007.
Analisis Kuantitatif. Jakarta : Erlangga
JR, Ray,Day dan
Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga
Khopka, 2008. Konsep
Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Erlangga
Hendayana, sumar.
2006. Kimia pemisahan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Hayani, E., 2007, Pemisahan Komponen
Rimpang Temu Kunci Secara Kromatografi Kolom, Buletin Teknik Pertanian, Vol. 12
No. 1, hal. 18-26.

Baiklah saya Rara Akda Septian dengan Nim A1C119095 akan menjawab permasalahan no 3.
BalasHapusDari beberapa percobaan ,kapas belum bisa digantikan dalam percobaa kromatografi kolom ,karena Kapas digunakan sebagai alat untuk menjaga kerataan dari adsorben .
Baiklah sqya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusBerdasarkan percobaan tersebut, percobaan ini menggunakan kromatografi fasa terbalik. Kromatografi fasa terbalik yaitu adsorben yang digunakan bersifat nonpolar, sedangkan eluennya bersifat polar dan sampel juga bersifat polar yang dapat mengahasilkan hasil yang sempurna ketika memisahkan komponennya
Baiklah saya febby Rahmadayani ( A1C119052 ) akan menjawab pertanyaan no 2
BalasHapusPerbandingannya adalah sampel pada silica kasar ( massa silica kasar= 2x berat sampel )