LAPORAN PERCOBAAN 13. Ekstraksi Senyawa Organik

 LAPORAN

PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN XIII

Ekstraksi Senyawa Organik


DISUSUN OLEH :

SONI FITRI BR NABABAN

(NIM : A1C119097)

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VI. Data Pengamatan :

No

Prosedur

Alat dan bahan

Alat

Gelas ukur : Untuk mengukur volume massa anyaknya cairan

Gelas beker :  yaitu sebagai tempat mereaksikan bahan, tempat menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung, tempat melarutkan bahan dan tempat memanaskan bahan.

Gelas perpengaduk :  untuk mencampur larutan

Labu alas bulat :  untuk memanaskan atau mendidihkan larutan.

Soxhlet : untuk mengekstrak suatu senyawa.

Kondensr 4 bola : Untuk pendinginan

Corong gelas: untuk memindah / memasukkan larutan ke wadah / tempat yang mempunyaai dimensi pemasukkan sampel bahan kecil.

Labu hisap :  untuk membantu proses pengambilan cairan.

Corong Buchner : digunakan dalam penyaringan vakum.

Corong pisah : digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang takcampur.

Cawan porcelen:  Mereaksikan zat kimia pada suhu tinggi.

Bahan

Daun teh berbentuk bubuk:: sebagai bahan dalam mengekstraksi senyawa organik

Etanol : sebagai pelarut dalam pengesktraksian

Magnesium oksida : untuk membuat suspensi ekstraksi

Asam sulfat : untuk membuat penetralan 10%

Kloroform: sebagai pelarut

Sodium hidroksida: untuk sbahan campuran  bahan dalam  ekstraksi

Akuades:: sebagai pelarut  tambahan dalam membuat sus[pensai pada pengekstraksi

Kertas saring: : untuk menyari hasil ekstraksi

Kapas: Untuk menyumbat

Tujuan

Hasil

1

Dibuat kertas sarinng sehingga menyerupai thimble dan tidak boleh ada kebocoran pada kertas saring tersebut

Sebagai wadah sampel daun teh

Kertas saring berbentuk spserti timbel dansiap dimasukkan serbuk teh

2

Dimasukkan serbuk teh di dalam thimbel

Untuk dilakukan nya metode sokletasi

Thimble siap dirangkai pada alat sokletasi

3

Dirangkai alat sokletasi dan dimasukkan pelarut etanol pada labu alas bulat dan soklet

Untuk mempersiapkan alat soxlet

Alat soxlet sudah siap untuk memulai esktraksi

4

Dihidupkan penangas

Untuk memulai proses esktraksi

Pelarut pada labu alas bulat menguap menuju atas, lalu terkondensasi pada kondensor bola sehingga kembali berbentuk liquid yang dapat membasahi  thimble kembali

5

Dimulai siklus pertama sokletasi

Untuk mengekstrak 1 kali daun teh

Sifon yang berada pada soklet akan terisi. Dimana,jika sifon terisi penuh maka seluruh pelarut  kembali turun menuju labu alas bulat

6

Dilanjutkan proses sokletasi sampai 10 siklus atau selama 1,5 jam

Untuk memperoleh esktrak

Diperoleh esktrak teh

8

Setelah selesai sokletasi maka disiapkan suspense Mg(OH)2 dengan cara mengaduk bebrapa gram Mg(OH)2 dengan sedikit air di cawan porcelen sampai tebentuk suspensi

Untuk membentuk Mg(OH)2

Terbentuk supensi Mg(OH)2

9

Dimasukkan hasil ektraksi ke dalam cawan porcelen yang berisi Mg(OH)2

Untuk dilakukan penguapan pada ekstraksi

Hasil ektraksi siap diuapkan dengan Mg(OH)2 mengunakan cawan porcelen

10

Dilakukan penguapan hasil ekstraksi mengunakan cawan porcelen di atas gelas beker yang berisi air di atas pemanas

Untuk menguapkan cairan  hasil ektraksi

Hasil ekstraksi mengalami pengentalan

11

Dikarenakan hasil ektraksi yang di dapatkan masih terdapat endapan maka dilakukan penyaringan dengan cara meletakkan kertas saring di corong buchner  yang kemudian diisi dengan hasil ektraksi lalu dihisap menggunakan labu hisap

Untuk menghilangkan endapan pada hasil esktraksi

Dihasilkan esktrak tanpa endapan

12

Ditambahkan air panas pada corong buchner

Untuk membuat penyaringan menjadi lebih baik lagi

Penyaringan yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya.

13

Dilakukan penetralan dengan 10% asam sulfat. Dengan cara ditambahkan 12 ml asam sulfat ke dalam hasil penyaringan tadi lalu diuapkan dengan hotptate

Untuk menetralkan esktrak

Volume nya menjadi 1/3 dari volume awal

14

Dilakukan ektraksi cair-cair dengan memasukkan hasil penyaringan tadi ke dalam corong pisah

Untuk dilakukan ekstraksi cair-cair

Corong pisah siap dimasukkan pelarut kloroform

15

Ditambahkan kloroform ke dalam corong pisah

Untuk membuat kafein mengalami ekstraksi cair-cair

Kafein mengalami interaksi dengan pelarut klroform

16

Dikocok corong pisah secara horizontal dengan gerakan searah

Untuk memisahkan dua cairan sehingga terbentuk dua lapisan

Dihasilkan hasil yang belum jernih

17

Ditambahkan NaOH ke dalam ccorong pisah dan dilakukan pengocokan lagi

Untuk membuat Suasana menjadi ektrim sehingga terbentuk 2 lapisan

Terbentuk 2 lapisan

 

18

Diambil lapisan bawah dan kembali dilakukan ekstraksi cair-cair ini sampai dihasilkan hasil yang murni

Untuk menghasilkan cairan yang lebih murni

Didapatkan hasil ekstraksi yang ditampung dengan cawan porcelen

19

Dilakukan proses kristalisasi dengan memanaskan cawan porcelen diatas Bunsen dengan tutup kertas saring berlubang diatasnya ang ditahan dengan corong gelas yang dilapisi kapas basah

Untuk menguapkan cairan sehingga mengkristalisasi kafein

Terbentuk Kristal cafein pada kertas saring dan cawan porcelen

20

Ditimbang Kristal kafein dengan menggunakan neraca analitik

Untuk memperoleh bobot kristak kafein

Diiperooleh bobot Kristal  kafein sebesar 0,0161 gramm

 

VII. Pembahasan

Pada percobaan ini dilakukan ekstraksi secara sokletasi untuk mengisolasi senyawa atau komponen yang terdapat dalam contoh padat. Metode ekstraksi sokletasi merupakan suatu metode dengan cara pemanasan, pelarut yang digunakan akan mengalami sirkulasi, dibandingkan dengan cara maserasi, ekstraksi sokletasi memberikan hasil ekstrak lebih. Ekstraksi adalah proses pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan bahan, yaitu pemisahan suatu zat sari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut lain.

Sokletasi digunakan pada pelarut organik tertentu. Dengan cara pemanasan, sehingga uap yang timbul setelah dingin secara kontunyu akan membasahi sampel, secara teratur pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dengan membawa senyawa kimia yang akan diisolasi tersebut. Hal pertama yang dilakukan pada percobaan ini adalah membersihkan labu didih, kemudian merangkai alat sokletasi. Dimana pertama menyiapkan sampel yang ingin dieksraksi, dimana pada video bahan yang digunakan adalah serbuk the yang harus dilakukan pembungkusan timbel yang dimana bertujuan agar penyariannya hasil yang bagus. Lalu dilakukan proses sokletasi dengan alat soklet. Dan dimana dalam proses sokletasi ini adalah proses yang berulang-ulang mendaur terjadi beberapa siklus pada proses penguapannya. Hasil ekstraknya itu nanti akan bereaksi pada pelarut lalu mengalami pendauran siklus sampai hasi ekstrak terlihat jernih maka proses dihentikan. Pada ekstraktor soxhlet, pelarut etanoldipanaskan dalam labu alas bulat yang telah dimasukkan batu didih. Tujuan daripemanasan ini adalah untuk menghasilkan uap pelarut. Uap pelarut tersebut kemudianmasuk ke dalam kondensor melalui pipa kecil atau cabang dari soxhlet dan keluardalam bentuk cair. Setelah itu, pelarut masuk kedalam pipa yang berisi sampelpadatan berupa serbuk teh. Selanjutnya pelarut tesebut akan membasahi sampel danakan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon samadengan tinggi pelarut dalam selongsong tersebut. Lalu dilakukan proses kristalisai dalam mendeteksi kandungan kafein pada serbuk teh, maka didapat suatu hasil terbentuk kristal cafein pada kertas saring dan cawan porcelen dengan berat bobot Kristal  kafein sebesar 0,0161 gramm.

VIII. Pertanyaan pascapraktek
1.  Bagaimana ekstrak tersebut mendapatkan hasil yang sempurna dari pemisahan ekstrak berdasarkan video tersebut?
2.   Sebutkan yang dapat mempengaruhi hasil ekstrak pada alat sokletasi?
3. Apakah jenis pelarut yang digunakan akan ditentukan dengan jenis senyawa organic yang diekstraksi?

IX. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu:
1.      Ekstraksi cair-cair ini akan dilakukan dengan cara bertahap dengan cara kontinyu. Dimana ekstraksi ini dengan tehnik dalam mana suatu larutan dibuat dengan pelarutan berbahan organik.
 
2.      Proses soxletasi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol untuk mengesktrak komponen kafein di dalam teh, esktraksi cair-cair digunakan untuk memperoleh kafein yang terpisah dari senyawa lain nya yang memiliki kepolaran yang berbeda, sehingga pada akhirnya dilkukan proses reskristalisasi untuk menguapkan pelarut kloroform. Sehingga hanya tersisa Kristal kafein pada akhirnya. Peristiwa ini terjadi karena kafein memiliki titik didih lebih tinggi daripada klroform.
3.      Ekstraksi dengan metode sokletasi merupakan ekstraksi dengan pelarutorganik yang dilakukan secara berulang-ulang dalam keadaan panas.

XI. Daftar pustaka

Chadijah, Sitti. 2014. Pemisahan Kimia. Makassar : UIN PressDepartemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta :DepartemenKesehatan Republik Indonesia.Gillis,

Oxtoby. 2001. Prinsip – Prinsip Kimia Modern Jilid 1. Jakarta : ErlanggaKhopkhar, S. M. 2008. Dasar – Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Erlangga.

Saripa, Jamal. 2018. Laporan Praktikum Kimia Organik II Ekstraksi Cair – Cair.htp://jamalsaripa.blogspot.com/2018/10/laporan-praktkum-kimia-organik-ii.html. (Diakses pada tanggal 13 Mei 2021)

Tim Laboratorium Kimia Organik. 2019. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jimbaran : ProgramStudi Kimia Fakulas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana


Komentar

  1. Baiklah saya febby Rahmadayani ( A1C119052 ) akan menjawab pertanyaan soni no 2.

    Yang mempengaruhi adalah suhu serta keakuratan dalam menimbang sampel. Pemanasan serta pelarut yang di gunakan dan bahan juga ketelitian seorang pratikan

    BalasHapus
  2. Baiklah, Perkenalkan nama saya: Elseria Afriyanti Togatorop, NIM: A1C119071
    akan menjawab pertanyaan no 3
    ya, jenis pelarut yang digunakan akan ditentukan dengan jenis senyawa organic yang diekstraksi. Dimana, jika jenis senyawanya organik yang diesktraksi bersifat polar maka jenis pelarut yang digunakan juga bersifat polar.

    BalasHapus
  3. Perkenalkan nama saya Gustina Romarti Fajrin (A1C119053) akan menjawab pertanyaan soni yang no.1

    Jadi hasil ekstrak yang sempurna ini diperoleh karena prosedur sokletasi berjalan dengan baik. Dan juga pelarut yang digunakan cocok untuk komponen yang dipisahkan. Seperti yang anda jelaskan bahwa pelarut tesebut akan membasahi sampel danakan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon samadengan tinggi pelarut dalam selongsong tersebut. Lalu dilakukan proses kristalisai dalam mendeteksi kandungan kafein pada serbuk teh, maka didapat suatu hasil terbentuk kristal cafein pada kertas saring.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 5. (REAKSI-REAKSI HIDROKARBON).

Jurnal Percobaan 10 (Pembuatan Sikloheksanon)

Jurnal percobaan 2. (Penentuan Kelas Kelarutan)